TRENGGALEK - Momentum libur Lebaran Idul Fitri 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek. Sejumlah destinasi wisata, terutama pantai, mencatat peningkatan kunjungan dibanding hari biasa, didorong arus pemudik yang pulang kampung.
Pantauan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek pada periode 18–24 Maret 2026 menunjukkan lonjakan pengunjung di beberapa titik wisata favorit, meski secara umum angkanya masih mendekati rata-rata kunjungan akhir pekan.
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Toni Widianto, menyebut peningkatan kunjungan memang mulai terasa, meski belum terlalu melonjak drastis.
“Kalua kami pantau dari catatan hasil jumlah pengunjung di berbagai destinasi kami mengambil sampel di dua destinasi favorit pantai mutiara dan pantai karanggongso, itu memang ada peningkatan sedikit di atas rata-rata hari minggu,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun, Pantai Mutiara mencatat kunjungan tertinggi mencapai 4.200 orang, disusul Pantai Pasir Putih dengan 3.200 pengunjung. Angka ini hanya naik sekitar 10 persen dibanding hari Minggu biasa.
Namun, fenomena menarik justru muncul di destinasi lain. Pantai Kili-Kili yang sebelumnya relatif sepi, kini mulai ramai dengan 922 pengunjung pada hari ketiga dan keempat Lebaran.
Sementara itu, Pantai Pelang mencatat lonjakan signifikan hingga 1.900 pengunjung dalam sehari. Angka tersebut naik sekitar 30 persen dibanding libur tahun baru, bahkan hampir dua kali lipat dibanding Lebaran 2025.
“Fenomena lain di Pantai kili-kili termasuk baru untuk tahun ini cukup banyak,” tambahnya.
Menurut Toni, peningkatan ini tidak lepas dari perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata. Kondisi infrastruktur yang lebih baik membuat wisatawan lebih mudah menjangkau lokasi.
“Kenapa ini bisa terjadi, kemungkinan didukung dengan kondisi jalan yang tahun ini sudah ada perbaikan, kalau tahun kemarin masih becek, dan akses tahun ini lebih enak,” jelasnya.
Selain itu, faktor cuaca juga turut mempengaruhi. Curah hujan yang tidak setinggi tahun sebelumnya membuat aktivitas wisata lebih nyaman.
Meski demikian, Toni menilai perbandingan dengan Lebaran tahun lalu belum bisa dilakukan secara langsung karena perbedaan durasi libur. Tahun ini, periode yang dihitung baru tujuh hari sebelum tambahan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
“Kalau dibandingkan dengan Idul Fitri tahun lalu tidak bisa dibedakan aple to aple,” katanya.
Secara keseluruhan, kinerja pariwisata Trenggalek pada triwulan awal 2026 menunjukkan tren positif, dengan capaian kunjungan yang sudah menyentuh sekitar 11 persen.
“Semoga ada repeat order pengunjung untuk tahun ini,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz






















