TRENGGALEK - DPC PDI Perjuangan Trenggalek melangsungkan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di seluruh kecamatan sebagai bagian dari pergantian kepengurusan lima tahunan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, serta diikuti pengurus dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting desa dengan total peserta sekitar 500 orang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa Musancab ini menjadi forum konsolidasi sekaligus pembaruan struktur organisasi di tingkat kecamatan.
"Melakukan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se Trenggalek, jadi kami ada pergantian ada 5 tahunan pengurus di tingkat kecamatan. Untuk pesertanya ini dari Ketua, Sekretaris, Bendahara Ranting se Trenggalek. Jadi ada sekitar 500 orang," jelasnya.
Dalam penyusunan kepengurusan baru, partai menerapkan aturan komposisi yang menekankan keterwakilan perempuan dan generasi muda. Setiap kepengurusan di tingkat kecamatan berjumlah 11 orang, dengan porsi minimal empat perempuan serta keterlibatan kader milenial.
"Musancab ini kan kami komitmen untuk regenerasi, nanti di musancab ini ada persyaratan-persyaratan yang harus dilakukan oleh teman-teman PAC, karena di setiap kecamatan pengurusnya 11, itu 4 orang harus perempuan dari 11 itu, terus dari 3 orang dari milenial di bawah 35 tahun untuk regenerasi," terangnya.
Doding menilai tren keterlibatan generasi muda dalam struktur partai terus meningkat, bahkan di sejumlah kecamatan didominasi kader usia muda.
“Kalau melihat komposisi anak muda sekarang, kita optimistis menghadapi Pemilu 2029,” katanya.
Ia menambahkan, meningkatnya partisipasi anak muda tidak lepas dari perkembangan literasi politik, terutama melalui media sosial.
“Anak muda sekarang sangat pintar dan mandiri secara politik. Kepedulian mereka terhadap isu-isu juga sangat bagus,” imbuhnya.
Selain fokus pada regenerasi, DPC PDI Perjuangan Trenggalek juga membidik peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Target tersebut dipasang lebih tinggi dibanding capaian saat ini.
"Ya di 2029 kami siap untuk Pemilu, maka kami memasang milenial, bahkan ada yang 50 persen, dan banyak yang muda-muda. Untuk kursi di DPRD Trenggalek dari 13, target khusus kami 15 kursi, kalau melihat situasi dan kondisi bisa menaikkan target itu," ujarnya.
Pasca Musancab, kader partai diarahkan untuk memperkuat kerja-kerja sosial di masyarakat. Salah satu fokus yang didorong adalah pendataan warga kurang mampu, termasuk yang mengalami penonaktifan BPJS PBI.
“Teman-teman akan turun ke lapangan untuk menginventarisasi masyarakat yang BPJS-nya nonaktif agar bisa dikoordinasikan,” kata dia.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz





















