KBRT - Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat total pergerakan wisatawan pada 2025 mencapai 955.729 orang.
Angka tersebut berasal dari 900.437 kunjungan ke destinasi wisata dan 55.292 tamu hotel. Sementara pada 2024, total pergerakan wisatawan mencapai lebih dari 1,54 juta orang.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi, menyebut secara akumulatif terjadi penurunan sekitar 14 persen.
“Kalau kita kalkulasi antara 2024 sama 2025 turun 14 persen,” ujar Bambang.
Meski mengalami penurunan, destinasi wisata pantai masih menjadi penopang utama kunjungan wisata di Trenggalek. Pantai Mutiara tercatat sebagai destinasi dengan kunjungan tertinggi.
“Kalau di tahun 2024 kunjungan di Pantai Mutiara itu 445.743 orang, sementara di tahun 2025 mencapai 360.084 orang,” jelasnya.
Selain Pantai Mutiara, Pasir Putih juga masih menjadi tujuan favorit wisatawan. Pada 2024, jumlah kunjungan ke Pasir Putih mencapai 387.139 orang, sementara di 2025 tercatat 310.273 orang.
Bambang menjelaskan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari anomali iklim hingga persaingan destinasi wisata di daerah lain.
“Di Trenggalek tahun 2025 musim penghujan hampir terjadi sepanjang tahun, ini memang mempengaruhi pergerakan wisatawan,” katanya.
Selain itu, terbukanya Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung–Blitar juga sempat mengalihkan arus wisatawan ke destinasi baru di sepanjang jalur tersebut.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz






















