KBRT - Siapa sangka, rasa bosan atau gabut bisa menjadi pemantik kesuksesan bisnis. Hal ini dibuktikan oleh Ahmad Zaki Alfandi, seorang pemuda asal Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, yang sukses mengembangkan usaha pertanian modern melalui Loyal Farm Hidroponik. Kisah ini terekam dalam Cerita Bisnis Inspiratif Kominfo Trenggalek.
Tanpa memiliki latar belakang pendidikan pertanian, Zaki memulai perjalanannya pada awal tahun 2020. Bermodal rasa penasaran dan panduan dari YouTube, ia mencoba menanam selada secara hidroponik.
"Saya itu dari dulu memang tidak mempunyai bidang di pertanian. Awalnya karena gabut, akhirnya saya searching di media sosial, arahnya ke pertanian, dan pertama kali mengenal hidroponik dari YouTube," ungkap Zaki.
Daftar Isi [Show]
Dari 9 Menjadi 5.000 Lubang Tanam
Perjalanan bisnis Zaki terbilang pesat. Ia memulai dengan skala hobi yang sangat kecil, hanya bermodal 9 lubang tanam. Tiga bulan berselang, ia memberanikan diri menambah kapasitas menjadi 10 paralon dengan 200 lubang tanam.
Konsistensi Zaki membuahkan hasil. Dalam kurun waktu satu tahun, ia berhasil membangun green house berukuran 5x9 meter dengan 800 lubang tanam yang mampu menghasilkan 80 kg selada. Kini, di tahun 2025, Zaki telah mengelola tiga unit green house dengan total kapasitas mencapai 5.000 lubang tanam.
"Alhamdulillah, di tahun 2025 ini dengan kapasitas 5.000 lubang tanam, kita bisa mencapai 400 kilogram dalam satu kali panen," jelasnya.
Alasan Memilih Selada dan Hidroponik
Zaki memilih fokus pada komoditas selada karena melihat peluang pasar dan stabilitas harga yang baik di Kabupaten Trenggalek. Selain itu, metode hidroponik dinilainya memiliki keunggulan signifikan dibandingkan pertanian konvensional (tanah).
"Kelebihan sistem hidroponik itu memiliki daya hidup (simpan) yang lebih lama. Sewaktu kita lepas dari pipa, bisa bertahan 5 sampai 6 hari. Sedangkan kalau sistem tanah, biasanya 1 sampai 2 hari sudah membusuk," papar Zaki.
Secara teknis, ia menjelaskan bahwa budidaya selada hidroponik memerlukan perhatian khusus pada pH air (5,5 - 6,5) dan kepekatan nutrisi atau PPM (600 - 900). Siklus panen selada di kebunnya memakan waktu sekitar 45 hari, mulai dari semai hingga siap panen, yang memungkinkan ia melakukan panen hingga 11 kali dalam setahun.
Pemasaran Digital
Sempat bingung memasarkan hasil panen di awal usahanya, Zaki kemudian memanfaatkan media sosial untuk membidik pelaku UMKM kuliner di Trenggalek. Strategi jemput bola dengan menawarkan produk secara online terbukti ampuh membuat usahanya bertahan dan terus berkembang hingga memiliki pelanggan tetap.
Bagi masyarakat yang ingin belajar atau bermitra, Zaki membuka kesempatan seluas-luasnya melalui akun media sosial Instagram dan TikTok @LoyalFarmHydroponik.
"Harapan ke depan, saya ingin menambah green house lagi untuk memaksimalkan kebutuhan konsumen," ujar dia.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz















