Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Workshop AI di Trenggalek, Relawan TIK Didorong Lebih Adaptif Hadapi Era Digital

Relawan TIK bersama Kominfo Trenggalek menggelar workshop AI untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik agar lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi digital.

Poin Penting

  • Workshop AI digelar untuk meningkatkan kapasitas relawan dan pegiat informasi digital.
  • AI dinilai mengubah pola komunikasi publik dan cara masyarakat mengakses informasi.
  • Pemanfaatan AI diarahkan sebagai mitra dalam pelayanan dan sosialisasi kebijakan publik.

KBRT - Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Trenggalek berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Trenggalek menggelar workshop bertajuk Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PPNI Trenggalek dan diikuti relawan TIK serta pegiat informasi digital daerah.

Workshop ini menghadirkan praktisi dan peneliti kecerdasan buatan, Abid Famasya Abdillah, M.Kom, yang juga menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Trust Medis. Selain itu, Ketua RTIK Trenggalek, Trigus Dodik Susilo, turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Trigus menegaskan, workshop ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas relawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, khususnya Artificial Intelligence (AI).

“Kegiatan ini adalah bentuk fasilitasi dari Kominfo kepada Relawan TIK untuk upgrade kapasitas. Mengingat saat ini Artificial Intelligence (AI) sedang menjadi tren, para relawan harus mengetahui ilmunya langsung dari ahlinya,” ujar Trigus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Arief Setiawan, menilai pemahaman terhadap AI menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan bagi masyarakat. Menurutnya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara positif apabila dipahami dengan benar.

“Era AI sudah menjadi tren, dan mau tidak mau kita harus memahami, apakah hanya akan jadi penonton atau pengguna yang baik. Acara ini merupakan bentuk dukungan kami kepada Relawan TIK Trenggalek, meskipun tidak banyak, tapi kami harap bisa mendukung gerakan sadar TIK di Trenggalek,” ungkap Arief.

ADVERTISEMENT

Dalam sesi pemaparan materi, Abid Famasya Abdillah menjelaskan bahwa kehadiran AI, khususnya Large Language Models (LLM), membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi publik. Menurutnya, AI bukan sekadar saluran baru, tetapi telah menjadi aktor baru dalam penyampaian informasi.

“Di era AI, informasi tersaji secara terstruktur, ringkas, dan netral, sehingga menciptakan fluency-based trust. Publik cenderung percaya karena informasinya mudah dicerna, namun ini menimbulkan risiko ilusi kompetensi di mana pengetahuan hanya melebar di permukaan tapi tidak mendalam,” jelas Abid.

Ia juga menyoroti karakter Generasi Z yang memiliki sensitivitas informasi berbeda. Abid menyebut, kelompok usia tersebut kerap lebih mempercayai opini di kolom komentar maupun influencer dibandingkan proses verifikasi fakta secara mendalam.

Sebagai solusi, Abid memperkenalkan pemanfaatan AI sebagai co-communicator dalam layanan publik. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah penggunaan chatbot berbasis data lokal untuk sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang disebut “Telo AI”.

“Model konvensional seperti banner atau unggahan medsos bisa dikombinasikan dengan AI untuk membuat informasi bersifat eksploratif. Dengan AI, warga bisa ‘mengobrol’ langsung dengan dokumen Perda untuk mencari aturan yang relevan bagi mereka dalam hitungan detik,” tambahnya.

Melalui workshop tersebut, para peserta diajak memahami bahwa AI berpotensi memperluas akses informasi secara merata. Teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai mitra dalam memperkuat komunikasi publik di Kabupaten Trenggalek.

Kabar Trenggalek - Teknologi

Editor: Zamz