KBRT - Meskipun MacBook Neo dan MacBook Air sekilas terlihat serupa dengan material aluminium yang elegan, keduanya menempati posisi yang sangat berbeda dalam hirarki perangkat Apple.
Perbandingan antara kedua laptop ini menjadi sangat krusial karena untuk pertama kalinya, Apple menawarkan MacBook dengan harga dibawah Rp 10 jutaan, dan sudah menggunakan arsitektur chip mobile seri-A.
Calon pembeli apple kini dihadapkan pada dilema, apakah harus memilih MacBook Neo yang sangat terjangkau, atau menginvestasikan dana lebih pada MacBook Air yang menawarkan fungsionalitas profesional yang jauh lebih lengkap.
Buat kalian yang bingung, berikut adalah ulasan perbandingan antara MacBook Neo dan MacBook Air untuk membantu menentukan pilihan kalian:
Daftar Isi [Show]
Perbandingan Performa
Perbedaan mendasar yang paling mencolok, terletak pada dapur pacu dibalik mesinnya. MacBook Neo ditenagai oleh chip A18 Pro, sedangkan MacBook Air mengusung chip seri-M, meliputi M2 hingga M5, yang memang dirancang khusus untuk komputasi berat.
Perbandingan ini menjadi hal dasar yang patut dipertimbangkan, karena chip seri-M memiliki lebih banyak inti performa dan bandwidth memori, sehingga MacBook Air jauh lebih unggul untuk pekerjaan kreatif seperti pengeditan video.
Sebaliknya, A18 Pro pada MacBook Neo lebih dioptimalkan untuk efisiensi daya maksimal dalam menangani tugas harian seperti penulisan artikel, riset web, dan penggunaan Apple Intelligence ringan.
Perbandingan Kualitas Visual
Visual menjadi aspek berikutnya yang sering dibandingkan, karena kedua perangkat ini mengklaim tingkat kecerahan yang sama, yaitu 500 nits. Jika diteliti lebih dalam, MacBook Air memiliki layar Liquid Retina 13,6 inci yang mendukung rentang warna luas (P3) dan teknologi True Tone.
Di sisi lain, MacBook Neo hadir dengan layar 13 inci yang lebih sederhana tanpa dukungan True Tone, sehingga sudah jelas kualitas layarnya akan cukup timpang dibandingkan MacBook Air.
Perbandingan ini, menunjukkan bagi pengguna yang sangat memedulikan akurasi warna, MacBook Air tetap menjadi standar minimum yang tidak bisa digantikan oleh MacBook Neo.
Perbandingan Konektivitas dan Fungsionalitas Port Periferal
Fleksibilitas penggunaan periferal eksternal, menjadi pembeda besar antara kedua model ini. MacBook Air dilengkapi dengan dua port Thunderbolt 4 yang memungkinkan transfer data kecepatan tinggi dan pengisian daya via MagSafe.
Sebaliknya, MacBook Neo secara mengejutkan hanya dibekali satu port USB 3 dan satu port USB 2, tanpa dukungan Thunderbolt maupun MagSafe.
Bagi pengguna yang sering menggunakan SSD eksternal, MacBook Neo akan terasa sangat terbatas dibandingkan MacBook Air. Seri Neo, dirancang untuk pengguna yang lebih mengandalkan penyimpanan awan (cloud), dan penggunaan mandiri tanpa banyak kabel tambahan.
Tabel Perbandingan
Fitur Spesifikasi | MacBook Neo (2026) | MacBook Air (M2 / M3 / M5) |
Estimasi Harga Umum | Rp9.900.000 | Rp16.500.000 - Rp19.000.000 |
Harga Pelajar (Edu) | Rp8.200.000 | Rp14.500.000 - Rp17.000.000 |
Chipset | Apple A18 Pro (3nm) | Apple M-Series (M2, M3, M5) |
Layar | 13" (Tanpa True Tone / P3) | 13.6" Liquid Retina (P3 & True Tone) ADVERTISEMENT |
Memori (RAM) | 8GB (Tetap/Fixed) | 8GB / 16GB / 24GB |
Penyimpanan | 256GB / 512GB SSD | 256GB hingga 2TB SSD |
Port Data | 1x USB 3 & 1x USB 2 | 2x Thunderbolt 4 |
Sistem Cas | USB-C (20W) | MagSafe 3 & USB-C |
Keyboard | Tanpa Lampu (No Backlight) | Backlit Magic Keyboard |
Trackpad | Klik Standar | Force Touch Trackpad |
Biometrik | Touch ID (Model 512GB saja) | Touch ID (Semua Model) |
Kamera | 1080p (No Center Stage) | 1080p / 12MP (Center Stage) |
Audio | 2 Speaker Samping | 4-Speaker Sound System |
Kabar Trenggalek - Teknologi
Editor: Zamz






















