TRENGGALEK - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD di Trenggalek terbilang “minim drama”. Di tengah kekhawatiran soal kendala teknis ujian berbasis online, tingkat keikutsertaan siswa justru hampir menyentuh 100 persen.
Dinas Pendidikan Trenggalek memastikan hingga hari pelaksanaan berjalan, TKA berlangsung lancar meski sempat menemui kendala di awal. Monitoring dan evaluasi (monev) terus dilakukan untuk memastikan ujian tetap sesuai prosedur, salah satunya di SDN 2 Surodakan pada Selasa (28/04/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, menyebut pelaksanaan sejak hari pertama pada 20 April berjalan cukup terkendali.
“Alhamdulillah sejak hari pertama tanggal 20 April lalu, pelaksanaan TKA tingkat SD berjalan lancar. Di awal memang ada kendala, tetapi sampai hari ini semua bisa teratasi dan siswa kelas 6 dapat mengikuti dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat partisipasi siswa sangat tinggi. Jika ada yang tidak mengikuti, umumnya disebabkan kondisi kesehatan atau izin tertentu.
“Keikutsertaan hampir 100 persen. Kalau ada yang tidak ikut biasanya karena sakit atau izin lain,” jelasnya.
Dari sisi teknis, pelaksanaan berbasis daring juga tidak mengalami gangguan berarti. Jika terjadi kendala jaringan, guru langsung turun tangan membantu siswa agar tetap bisa mengikuti ujian.
“Dari sisi pelaksanaan online sampai hari ini lancar. Jika ada kendala internet, guru langsung membantu,” katanya.
Menurut Agus, TKA bukan sekadar ujian biasa. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk kompetensi guru di masing-masing sekolah.
“Hasil TKA ini akan menjadi bahan evaluasi, baik untuk peningkatan kompetensi guru maupun kualitas proses belajar mengajar di setiap satuan pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, nilai TKA juga menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk SMP melalui jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sementara itu, pelaksanaan di tingkat sekolah juga berjalan terstruktur. Kepala SDN 2 Surodakan, Fajjariatul Khatimah, menyampaikan bahwa TKA di sekolahnya diikuti 89 siswa kelas 6 yang dibagi dalam tiga rombongan belajar.
“Untuk kelas 6 ada tiga rombel dengan total 89 siswa. Pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang dengan tiga sesi setiap harinya,” jelasnya.
Setiap sesi diikuti 14 hingga 15 siswa, dengan jadwal ujian dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Ujian dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat Chromebook dan diawasi langsung oleh penyelia dari Dinas Pendidikan.
Materi yang diujikan meliputi literasi, numerasi, dan karakter. Hingga hari kedua, pihak sekolah memastikan tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan.
“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada kendala. Mudah-mudahan sampai selesai tetap lancar,” ujarnya.
Sebagai bentuk persiapan, sekolah juga memberikan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 6 setelah kegiatan belajar mengajar reguler.
“Setiap hari ada tambahan belajar mulai pukul 12.00 sampai 14.00 untuk persiapan TKA,” tambahnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan TKA jenjang SD berlangsung pada 20–30 April 2026. Sementara untuk jenjang SMP telah dilaksanakan lebih dulu pada 6–16 April 2026. Jadwal susulan dijadwalkan pada 11–17 Mei, dengan hasil diumumkan pada 26 Mei 2026.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor: Zamz





















