TRENGGALEK - Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Trenggalek belum sepenuhnya mulus. Di tengah target percepatan, sebanyak 20 titik pembangunan masih tertahan karena persoalan lahan milik Perhutani yang belum rampung secara perizinan.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan secara umum progres pembangunan terus berjalan dengan dukungan lintas pihak, termasuk pendampingan dari Kodim di lapangan.
“Alhamdulillah ini bulan April, progres dari KDMP terus dikebut karena Kodim sebagai pendamping dari PT Agrinas di lapangan sudah berjalan maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya hambatan di sejumlah lokasi. Menurutnya, persoalan utama ada pada proses penggunaan lahan Perhutani yang masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
“Ada 20 desa yang belum dibangun itu karena masih berproses dengan tanahnya Perhutani. Jadi kita semua berjuang agar segera perizinannya bisa keluar,” jelasnya.
Di sisi lain, distribusi sarana pendukung mulai berjalan. Sejumlah koperasi yang sudah siap secara fisik mulai menerima bantuan operasional berupa kendaraan.
“Hari ini ada 14 yang diserahkan ke koperasi dan itu akan berlanjut ketika nanti bangunannya sudah jadi, akan diserahkan lagi mobil-mobil dari Agrinas,” tambah Doding.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, menyebut program KDKMP saat ini sudah masuk tahap lanjutan setelah proses legalitas selesai.
“Targetnya sekarang masuk etape kedua, yaitu pembangunan sarana dan penyediaan sarana prasarana yang akan didukung dengan operasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, progres pembangunan menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, sebanyak 14 koperasi telah rampung sepenuhnya. Kini jumlah tersebut bertambah menjadi 15 koperasi, meski belum semuanya masuk dalam distribusi bantuan tahap awal.
“Yang sudah selesai 100 persen per Maret ada 14, hari ini sudah nambah satu lagi jadi 15. Yang mendapatkan truk ini yang sudah selesai 100 persen,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, pemerintah daerah masih berpacu dengan waktu untuk mengejar target penyelesaian pada Agustus mendatang, sambil menuntaskan kendala lahan yang tersisa.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















