Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Seru dan Edukatif, Siswa MIM Kamulan Trenggalek Belajar Jadi Jurnalis Cilik di Pondok Ramadan

Siswa MIM Kamulan ikut pelatihan Jurnalis Cilik bersama Direktur Kabar Trenggalek. Belajar 5W+1H hingga praktik baca berita saat Pondok Ramadan 1447 H.

Poin Penting

  • MIM Kamulan gelar pelatihan Jurnalis Cilik saat Pondok Ramadan 1447 H.
  • Siswa belajar rumus 5W+1H dan langsung praktik menulis serta membaca berita.
  • Kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan literasi dan mengurangi ketergantungan gadget.

KBRT – Ada yang beda di kegiatan Pondok Ramadan 1447 H di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kamulan. Para siswa tak hanya mengaji dan memperdalam materi keagamaan, tetapi juga diajak belajar dasar-dasar jurnalistik lewat pelatihan bertajuk “Jurnalis Cilik”.

Pelatihan ini menghadirkan Direktur Kabar Trenggalek, Trigus Dodik Susilo, yang membimbing siswa memahami cara menyusun berita secara sederhana dan runtut.

“Jadi, rumus untuk membuat berita itu adalah 5W + 1H, yaitu What, Who, Where, When, Why, dan How,” ujar Trigus kepada siswa siswi MIM Kamulan.

Materi difokuskan pada pengenalan unsur dasar berita serta etika penyampaian informasi agar anak-anak memahami proses sebuah informasi sebelum sampai ke pembaca.

Pelatihan berlangsung interaktif dan didampingi langsung Kepala Sekolah Ibnu Mubarok. Para siswa diajak membedah sebuah peristiwa, memilah fakta penting, lalu merangkainya menjadi paragraf berita yang padat dan informatif.

ADVERTISEMENT

Tak berhenti di situ, mereka juga berlatih membawakan berita di depan kelas. Satu per satu siswa maju, mencoba membaca naskah yang sudah disusun berdasarkan informasi yang diperoleh.

Ibnu Mubarok berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Menurut Ibnu, pelatihan jurnalistik ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kemandirian siswa selama mengikuti Pondok Ramadan.

“hadirnya kegiatan ini, supaya anak bisa belajar mandiri sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi, dan bisa jauh dari gadget atau HP setidaknya selama 3 hari 2 malam,” ujar Ibnu di depan kelas ketika menjadi contoh narasumber.

Kegiatan ditutup dengan praktik pembacaan berita oleh para siswa berdasarkan materi dan informasi yang telah mereka pelajari. Suasana kelas pun terasa hidup, dengan semangat anak-anak yang antusias mencoba peran sebagai reporter dan pembaca berita.

Kabar Trenggalek - Pendidikan

Editor: Zamz