Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Sambut Ramadhan di Trenggalek, Puluhan Anak-anak Hidupkan Lagi Dolanan Tradisional

Tradisi Megengan Masjid Ar-Ridlo Jatigepluk, Kedunglurah, diisi lomba religi dan permainan tradisional untuk sambut Ramadhan dan edukasi anak.

Poin Penting

  • Megengan Masjid Ar-Ridlo Jatigepluk digelar jelang Ramadhan.
  • 53 anak ikut lomba religi dan permainan tradisional.
  • Kegiatan jadi sarana edukasi kurangi penggunaan handphone.

KBRT - Warga Jatigepluk, Desa Kedunglurah, Pogalan, menggelar tradisi Megengan Masjid Ar-Ridlo dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan tahunan yang digagas K. Asrofi Alwi bersama masyarakat ini menjadi bagian dari rangkaian Megengan Kubro dan haflah, sekaligus momentum kirim doa leluhur dan memperkuat kebersamaan warga.

Acara yang berlangsung meriah itu tak hanya diisi kegiatan keagamaan, tetapi juga berbagai lomba untuk anak-anak. Sebanyak 53 peserta ambil bagian dalam lomba permainan tradisional dan religi yang digelar di lingkungan masjid.

Sejak pagi, warga tampak gotong royong menyiapkan rangkaian acara. Anak-anak menjadi pusat perhatian lewat beragam perlombaan, mulai dari hafalan Yasin, adzan dan iqomah, hafalan surat pendek, hingga doa-doa harian.

Selain itu, permainan tradisional seperti makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, hingga sundul balon ikut memeriahkan suasana. Tawa dan sorak-sorai peserta membuat halaman masjid terasa hidup.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ridlotul ‘Ulum, Muhammad Bahau Syifa’, menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan menjelang Ramadhan.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mendidik anak-anak agar terbiasa datang ke masjid, ke madrasah untuk mengaji, mencintai Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Melalui kegiatan ini juga kita edukasi anak-anak untuk mengurangi penggunaan handphone dengan memperbanyak aktivitas yang bermanfaat, terlebih dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Menurutnya, tradisi ini juga menjadi cara warga menjaga nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kebersamaan warga dalam menyelenggarakan kegiatan ini adalah kekuatan besar. Harapannya, tradisi seperti ini terus berjalan setiap tahun dan mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak, serta tetap mencintai budaya lokal dan juga kirim doa kepada leluhur,” imbuhnya.

Melalui Megengan Masjid Ar-Ridlo, warga berharap anak-anak semakin dekat dengan masjid dan madrasah, sekaligus tetap punya ruang bermain yang sehat bersama teman sebaya. 

Tradisi tahunan ini pun diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan karakter generasi muda di Jatigepluk.

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz