KBRT - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus bergerak maju. Hingga akhir Januari 2026, puluhan dapur MBG telah aktif beroperasi dan mulai melayani penerima manfaat, meski jumlahnya belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan.
Berdasarkan data Satuan Tugas MBG Kabupaten Trenggalek, saat ini terdapat 53 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah berjalan. Jumlah tersebut baru mencakup sekitar setengah dari total kebutuhan dapur yang direncanakan di wilayah Trenggalek.
Kabupaten Trenggalek sendiri ditargetkan memiliki sekitar 80 dapur MBG yang disiapkan untuk melayani kurang lebih 170 ribu penerima manfaat dari berbagai kelompok sasaran.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menjelaskan target tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas daerah yang digelar di Tulungagung. Penetapan jumlah dapur dilakukan untuk memastikan pelayanan gizi dapat menjangkau seluruh sasaran program secara merata.
“Dapur yang sudah operasional saat ini ada 53. Targetnya memang 80 dapur untuk melayani sekitar 170 ribu sasaran penerima manfaat,” ujar Saeroni, Kamis (23/1/2026).
Ia mengakui, dengan jumlah dapur yang sudah aktif, cakupan pelayanan MBG di Trenggalek masih berada di kisaran 50 persen. Sejumlah dapur lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk pemenuhan persyaratan teknis dan administratif.
Saeroni juga menyinggung persoalan pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sebelumnya sempat menjadi kendala. Menurutnya, permasalahan tersebut kini telah terselesaikan.
“Sudah semua. Sekarang seluruh dapur yang beroperasi sudah berjalan,” tegasnya.
Dengan tuntasnya persoalan anggaran, Satgas MBG berharap proses percepatan operasional dapur yang tersisa dapat segera dilakukan, sehingga target pelayanan gizi bagi masyarakat Trenggalek bisa tercapai sesuai rencana.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz















