Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Wakil Kepala BGN Sentil Dapur MBG Trenggalek, Hanya 2 Dapur Punya SLHS dan Merasa Sedih!

Capaian Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi dapur Makan Bergizi Gratis di Trenggalek masih jauh dari harapan. Dari puluhan dapur operasional, baru dua yang tersertifikasi.

Poin Penting

  • Dari sekitar 50 dapur MBG di Trenggalek, baru dua yang mengantongi SLHS.
  • BGN membandingkan capaian Trenggalek dengan Tulungagung yang dinilai jauh lebih siap.
  • Sanksi penangguhan dapur disiapkan bagi mitra yang tak segera mengurus SLHS.

KBRT - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengaku prihatin atas rendahnya capaian Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) pada dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek. Katanya, dari sekitar 50 dapur MBG yang sudah beroperasi, hanya dua dapur yang telah mengantongi SLHS.

Pernyataan tersebut disampaikan Nanik saat melakukan kunjungan di Tulungagung, Sabtu (10/01/2025), dia mengatakan juga saat ini, BGN sedang sosialisasi kebijakan tata kelola,

Hal ini menyusul terbitnya regulasi baru yang mewajibkan seluruh dapur memenuhi standar keamanan dan kelayakan pangan.

Nanik menjelaskan, saat ini BGN tengah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 serta Keppres Nomor 115 tentang sistem tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

"Saya juga sosialisasi Keppres yang baru 115 mengenai sistem tata kelola mengenai Makan Bergizi Gratis,” kata Nanik.

Dia membandingkan kondisi Trenggalek dengan daerah lain yang dinilai lebih progresif dalam pemenuhan standar sanitasi dapur MBG.

ADVERTISEMENT

“Di sini SLHS Tulungagung lumayan 48, dari 60 yang operasional, tapi Trenggalek ini agak bikin sedih nih, cuman 2, dari 50 operasional,” ujarnya.

BGN, lanjut Nanik, kini mengambil langkah tegas terhadap mitra atau yayasan pengelola dapur yang tidak mematuhi kewajiban pendaftaran SLHS. Bahkan, sanksi penghentian operasional dapur disiapkan bagi yang membandel.

“Kalau bulan September 2025 itu baru 38, per hari ini SLHS 4.535 kan lumayan nih selama tiga bulan ini, di satu sisi yang belum mendaftar masih banyak ada 11.000, nah yang sekarang ini kami keras, kalau waktu satu bulan ndak daftar kami suspend dapurnya,” tegasnya.

Ia menekankan, penangguhan operasional dapur berdampak langsung pada aspek finansial pengelola.

“Kalau kami suspend dapurnya artinya akan kehilangan uang, karena yang harus mendaftar SLHS ini mitra atau yayasan, kalau mereka ndak mendaftar kami hukum lah, target kami di 2026 zero exident sesuai arahan presiden,” kata dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz