Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Program MBG di Trenggalek Dorong Serapan Tenaga Kerja dan Ekonomi Lokal

Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek tak hanya menyasar siswa, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Poin Penting

  • Program MBG di Trenggalek menyerap puluhan tenaga kerja di setiap SPPG
  • Sekitar 2.000 hingga 2.500 tenaga kerja berpotensi terserap jika seluruh SPPG beroperasi
  • Pemanfaatan bahan baku lokal mendorong perputaran ekonomi masyarakat

KBRT - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga membawa efek berantai terhadap sektor ketenagakerjaan dan perekonomian lokal.

Pelaksanaan program ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi dapur pelayanan.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyebut setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi melibatkan cukup banyak tenaga kerja lintas bidang.

Dalam satu unit SPPG, tenaga yang terlibat tidak hanya terbatas pada juru masak, tetapi juga mencakup tenaga gizi, tenaga angkutan, kepala SPPG atau SPPI, hingga relawan.

“Rata-rata satu SPPG melibatkan sekitar 45 sampai 50 orang. Terdiri dari tenaga gizi, tenaga angkutan, kepala SPPG, dan relawan,” ujar Saeroni.

Ia menjelaskan, jika seluruh SPPG yang direncanakan telah beroperasi secara penuh, maka dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja akan cukup besar. Dengan estimasi sekitar 50 SPPG aktif, jumlah tenaga kerja yang terserap secara langsung bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 orang.

ADVERTISEMENT

Selain membuka peluang kerja, program MBG juga dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal. Kebutuhan dapur SPPG, mulai dari beras, sayuran, lauk pauk, hingga buah-buahan, diupayakan dipenuhi dari wilayah sekitar, terutama dari Kabupaten Trenggalek.

“Kalau bahan baku bisa disediakan dari sekitar SPPG atau minimal dari wilayah Kabupaten Trenggalek, tentu ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Produk lokal bisa terserap dan dimanfaatkan,” jelasnya.

Saeroni menambahkan, perputaran ekonomi yang tercipta dari program MBG tergolong besar. Dengan asumsi nilai satu porsi makanan sekitar Rp10.000 dan jumlah penerima mencapai 125.000 siswa dari sekitar 50 SPPG, aktivitas ekonomi yang bergerak setiap hari menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

“Mulai dari bahan mentah sampai menjadi makanan siap saji, semuanya dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Terkait rekrutmen tenaga kerja, khususnya relawan dan pekerja pendukung, Saeroni menegaskan bahwa ada ketentuan agar perekrutan memprioritaskan warga sekitar lokasi SPPG. Langkah ini dimaksudkan agar manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Ada sekitar 35 orang yang diupayakan diambil dari masyarakat sekitar SPPG,” ujar dia. 

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz