KBRT – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Trenggalek terus mengintensifkan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari dukungan terhadap program quick win Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan.
Hingga 11 Desember 2025, program CKG tercatat telah menjangkau 184.643 warga atau setara 24,7 persen dari target capaian 36 persen pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dari bulan ke bulan.
Kepala Dinkes Dalduk KB Kabupaten Trenggalek, Sunarto, menyampaikan bahwa kelompok usia dewasa menjadi penerima manfaat terbanyak dalam program ini, dengan total 83.712 orang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Menurut Sunarto, pelaksanaan CKG tidak membedakan prioritas usia, karena program ini merupakan Program Strategis Nasional yang ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“CKG diberikan kepada masyarakat dengan paket skrining atau pemeriksaan sesuai dengan siklus hidupnya. Ada lima kelompok masyarakat yang menjadi sasaran CKG, Kelompok Bayi Baru Lahir, Kelompok Balita dan Anak Usia Prasekolah, Kelompok Usia Sekolah dan Remaja, Kelompok Usia Dewasa, serta Kelompok Usia Lanjut,” kata Sunarto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dinkes Dalduk KB Trenggalek menemukan sejumlah faktor risiko kesehatan yang cukup dominan. Mayoritas warga teridentifikasi mengalami kurang aktivitas fisik atau malas bergerak (mager), yakni sebanyak 74.099 orang atau 92,45 persen dari sampel tertentu. Selain itu, kasus hipertensi tercatat pada 28.009 orang atau 26,69 persen.
Masalah kesehatan gigi juga cukup menonjol, dengan temuan karies gigi pada 36.334 orang atau 48,35 persen, serta gigi hilang pada 25.797 orang atau 34,21 persen. Sementara itu, hasil lain menunjukkan adanya prehipertensi pada 16.726 orang (15,94 persen) dan kondisi prediabetes pada 15.788 orang (18,11 persen).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Sunarto menegaskan pihaknya telah memperkuat upaya promotif dan preventif untuk menekan potensi berkembangnya penyakit di masyarakat.
“Dua puluh dua puskesmas di wilayah Kabupaten Trenggalek sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan telah melakukan kegiatan pencegahan, kampanye gerakan masyarakat hidup sehat melalui PHBS, serta gerakan senam bersama untuk meminimalkan risiko penyakit,” tegasnya.
Selain itu, Dinkes Dalduk KB juga terlibat aktif dalam pembentukan Program Pengelolaan Penyakit Kronis bagi masyarakat dengan hipertensi dan diabetes melitus. Program ini bertujuan menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap terkendali agar kualitas hidup penderita tetap terjaga.
Sunarto menilai keberadaan CKG sangat membantu masyarakat karena mampu mendeteksi penyakit sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dengan peluang kesembuhan yang lebih besar.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.
“Pola pikir di masyarakat masih belum menganggap pentingnya pemeriksaan kesehatan, sehingga animo masyarakat masih kurang,”kata dia.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz













