KBRT - Di tengah tren menurunnya jumlah angkutan umum, realisasi pendapatan daerah dari terminal tipe C di Kabupaten Trenggalek justru melampaui target pada tahun 2025. Capaian tersebut bersumber dari retribusi parkir kendaraan, baik MPU maupun angkutan barang, serta pemanfaatan kios di kawasan terminal.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPKPP) Trenggalek, Budi Supriyanto, menyampaikan bahwa Trenggalek saat ini memiliki lima terminal tipe C yang tersebar di Kecamatan Trenggalek, Pule, Panggul, Kampak, dan Durenan.
“Alhamdulillah di tahun 2025 dari retribusi tercapai 113 persen dari target Rp118 juta,” ujar Budi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kontribusi sektor terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun kondisi angkutan di Trenggalek terus mengalami penurunan.
Memasuki tahun 2026, Budi menyebut target pendapatan dari retribusi terminal tetap dipertahankan tanpa kenaikan. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
“Insyaallah 2026 target kami masih tetap. Kami tidak berani menambahkan target karena memang kondisi angkutan di Trenggalek semakin berkurang. Kalau target tinggi tapi tidak tercapai, kami juga kesulitan,” jelasnya.
Ia menilai pendekatan realistis justru membuka peluang peningkatan capaian, dibanding menetapkan target tinggi yang berisiko tidak terpenuhi.
Dalam beberapa tahun terakhir, terminal Pule dan Panggul tercatat sebagai penyumbang PAD tertinggi dari sektor retribusi terminal. Faktor kedekatan dengan pasar menjadi salah satu penopangnya.
“Terminal Pule dan Panggul itu dekat dengan pasar. Jadi pemilik MPU maupun angkutan barang parkirnya di terminal,” ungkap Budi.
Untuk menjaga optimalisasi pendapatan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pengemudi angkutan barang agar memanfaatkan terminal sebagai lokasi parkir resmi.
“Kami sosialisasi agar angkutan barang parkir di terminal kami,” katanya.
Terkait pengembangan infrastruktur, Budi menyebut belum ada rencana revitalisasi besar dalam waktu dekat. Namun, pemeliharaan rutin tetap dilakukan di seluruh terminal tipe C.
“Kalau revitalisasi kemungkinan hanya pagar di sebelah barat Terminal Kota. Yang lain belum ada, tapi pemeliharaan rutin alhamdulillah untuk kelima terminal bisa kami tangani,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz













