TRENGGALEK - Perjalanan penuh drama mengantarkan atlet eFootball asal Trenggalek, Yanuar Bima Nugraha Hadi, lolos ke babak final offline Indonesia Cup 2026. Sempat terlempar jauh di klasemen akibat gangguan jaringan, Bima akhirnya berhasil mengunci tiket final dan kini siap bersaing di level nasional.
Pemain asal Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari itu menjadi salah satu dari 256 peserta kategori eFootball Mobile yang lolos dari total lebih dari 5.700 peserta se-Indonesia. Ia memastikan tempat di babak final setelah finis di peringkat 118 pada fase kualifikasi online.
Turnamen yang digelar Indonesian Football e-League ini mempertandingkan dua nomor, yakni eFootball Mobile dan eFootball Console, dan dikenal sebagai salah satu ajang terbesar di komunitas eFootball nasional.
Bima mengaku perjalanannya tidak mulus. Pada hari pertama, ia sempat berada di posisi 40, namun terus mengalami fluktuasi peringkat.
“Di hari pertama saya sempat berada di posisi 40, lalu turun ke 75 pada hari kedua. Tantangan terberat terjadi di hari ketiga ketika peringkat saya anjlok ke posisi 427 akibat gangguan jaringan karena cuaca hujan yang cukup deras,” ujarnya.
Meski sempat terpuruk, ia mencoba bangkit di hari terakhir dengan bermain lebih fokus.
“Jam 22.00 saya masih di peringkat 93, dan saat deadline pukul 23.00 akhirnya saya berhasil mengunci posisi 118. Rasanya sangat bersyukur karena bisa masuk 256 besar dari ribuan peserta se-Indonesia,” tambahnya.
Babak final offline dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Tangerang. Seluruh finalis akan difasilitasi akomodasi oleh panitia, namun perjalanan dari Trenggalek ke lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi Bima.
“Kendala terbesar adalah jarak yang cukup jauh dari Trenggalek ke Tangerang, sehingga membutuhkan persiapan transportasi, biaya, dan waktu perjalanan yang matang,” jelasnya.
Menghadapi fase penentuan, Bima memasang target tinggi.
“Target saya tentu ingin masuk 3 besar dan menjadi juara,” tegasnya.
Ia juga menyebut keikutsertaannya bukan sekadar mengejar hasil, tetapi sebagai pembuktian bahwa pemain dari daerah mampu bersaing di panggung nasional.
“Saya ingin mengasah skill dan membuktikan bahwa saya mampu bersaing dengan player-player terbaik di Indonesia. Saya percaya dengan usaha dan kerja keras, anak daerah juga bisa bersaing bahkan menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Bima berharap ajang Indonesia Cup terus digelar secara konsisten agar menjadi wadah lahirnya talenta baru, termasuk dari Trenggalek.
“Semoga event seperti ini terus berkembang, menjaring lebih banyak talenta baru, dan bisa memotivasi player eFootball khususnya dari Kabupaten Trenggalek agar terus berlatih, berkembang, serta berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz





















