BENDUNGAN, TRENGGALEK - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung proyek Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan ini, Gibran didampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian proyek, terutama pada persoalan pembebasan lahan yang masih menjadi hambatan.
Gibran menyebut, pembebasan lahan menjadi kunci utama agar pembangunan bendungan bisa segera rampung dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
"Masalah yang ada disini terkait pembebasan lahan, nanti kita akan carikan solusi terbaiknya." ucap Gibran saat berdiskusi dengan kepala desa di lokasi proyek.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, menjelaskan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen.
Menurutnya, proyek masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait efisiensi anggaran dan penyelesaian lahan.
"Target penyelesaian direncanakan pada 2029, menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Namun, jika memungkinkan untuk dipercepat, tentu akan kami upayakan percepatan," ujarnya.
Total kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Bagong diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun.
Untuk pembebasan lahan, saat ini tersisa sekitar 2 persen, yang mayoritas berada di tanah kas desa (TKD) dan lahan wakaf.
Senna juga menyebut, bendungan ini nantinya memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas area mencapai 200 hektare.
Saat ini, fokus pekerjaan berada pada timbunan utama dan pembangunan spillway yang ditargetkan selesai tahun depan.
Ia menambahkan, proyek Bendungan Bagong sebenarnya sudah dikontrak sejak 2018. Namun, pekerjaan fisik baru dimulai pada 2021 hingga 2022 karena kendala pembebasan lahan.
Meski sempat tersendat, proyek ini tetap masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dilanjutkan hingga tuntas.
Di sisi lain, perwakilan kepala desa se-Trenggalek, Puryono, berharap pembangunan bendungan bisa segera selesai dan memberi dampak langsung ke masyarakat desa.
"Desa sangat mendukung program strategis nasional dan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Kami berharap pembangunan ini segera selesai dan desa juga mendapatkan perhatian," kata Puryono.
Kunjungan Gibran bersama Raffi Ahmad ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan Bendungan Bagong.
Proyek ini diproyeksikan mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz



















