Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Betapa Hebatnya Kang Doding

Trigus D. Susilo Penulis Opini yang suka mancing.

Saya sedikit merenung ketika mendengar kabar kalau Kang Doding mendaftarkan diri untuk menjadi ketua KONI, bagaimanapun juga ia bukan orang biasa yang sedang nganggur. Sebaliknya, kalau ditelaah dari apa yang sedang ia jabat hari ini, seharusnya ia adalah orang yang paling sibuk.

Bagaimana tidak, menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek berarti kudu mengaktifkan panca indra untuk melihat, mendengar, dan menyuarakan kepentingan rakyat. Ia juga harus merasai dan mencium aroma penderitaan rakyat untuk kemudian diperjuangkan agar sejahtera—alih-alih terus berada pada keadaan yang sama —meski telah berganti presiden maupun bupati.

Pekerjaan semacam itu sudah pasti banyak menyita waktu, pikiran, tenaga dan harta benda, bahkan mungkin, tidak ada waktu pribadi yang bisa dinikmati secara personal, melainkan seluruh waktunya tercurah untuk melayani masyarakat. Belum lagi tentang bagaimana ia harus mengorkestrasi 44 dewan lain agar kondusif dalam memperjuangkan rakyat.

Sabtu (31/01/2026), Doding Rahmadi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Trenggalek periode 2026–2028 secara aklamasi. Itu karena tidak ada orang lain selain dirinya yang lolos administrasi untuk masuk bursa calon ketua. Sebenarnya ia tidak sendirian, ada calon lain yang daftar tetapi terganjal usia.

Namanya Eby, anggota dewan juga, tapi dari partai Demokrat, ia sempat mendatangi sekretariat KONI Trenggalek untuk mengambil formulir, namun informasi setelahnya, ia tidak bisa untuk sekedar mendaftar karena alasan usia.  Ia memang anggota DPR, tapi kelahiran 2001. Betapa mudanya ia mengikuti jejak karir Bapaknya, Mugianto alias Obeng, anggota DPR juga.

Sek sek, tapi ini bukan untuk membahas perihal siapa siapa saja anggota dewan yang maju jadi ketua KONI, meski kenyataannya, banyak anggota dewan Trenggalek yang hobi mengurusi cabang olahraga. Ini soal bagaimana kekaguman penulis kepada Ketua DPR yang masih berjibaku mengurusi olahraga.

Satu orang dengan berbagai jabatan memang sedang ngetren di Trenggalek, mungkin karena dicontohi langsung oleh bupatinya, Mas Ipin. Bupati penggagas RPJPD Net Zero Carbon tersebut punya seabrek jabatan nomor wahid di berbagai organisasi. Misal, ia jadi ketua HSNI Jawa Timur, ia ketua DPC PDIP Trenggalek, juga masih tercatat sebagai Ketua DPD KNPI Jawa Timur. Tidak ada soal dengan multipel ketua, selama memastikan dirinya mampu. Banyaknya pejabat Pj di Trenggalek juga mengikuti pola ini.

ADVERTISEMENT

Termasuk Kang Doding, sekretaris PDIP Trenggalek tersebut kini telah menduduki posisi strategis KONI, adalah satu-satunya lembaga otoritas keolahragaan yang berwenang membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan olahraga prestasi di Trenggalek.

Jangan pandang itu sebagai pekerjaan mudah, KONI Trenggalek menaungi 32 cabang olahraga, yang mana semuanya membutuhkan dukungan anggaran agar eksis. Setidaknya ada biaya untuk mengurusi atlit-atlit kebanggaan Trenggalek supaya mereka punya daya juang tinggi. Ujung tombak tak boleh jadi ujung tombok.

Legislator jadi Eksekutor

Koni Trenggalek itu boleh disebut problematik jika merujuk pada minatnya orang yang mau jadi ketua, lagi, ketua sebelumnya memilih mengundurkan diri. Alasannya utamanya faktor kesehatan. Tapi meski demikian, kalau kesehatan lembaga tersebut bagus, bisa jadi kesehatan diri tidak jadi persoalan. Potret demikian ada contohnya, misalnya Pranoto, kabarnya anggota dewan dapil panggul tersebut sedang sakit, namun ia tidak melepas jabatannya jadi anggota dewan. Boleh jadi karena anggaran untuk dewan baik baik saja.

Kembali Kang Doding, ia tak akan pusing soal anggaran untuk koni, karena dalam kitab suci pembangunan disebutkan bahwa, salah satu tugas legislatif adalah soal budgeting. Sederhananya, dewan punya kuasa soal alokasi anggaran, apalagi ia ketua.

“KONI membutuhkan anggaran sekian milyar, oleh sebab itu APBD disahkan untuk kepentingan para atlit” ujar Ketua DPR yang juga ketua KONI. Ini adalah sepenggal pernyataan imajiner penulis untuk menggambarkan betapa mudahnya Kang Dodik melaksanakan hal tersebut.

Tahun 2025, KONI dapat hibah dari pemkab Trenggalek senilai Rp800 juta. Jumlah tersebut penulis prediksi bakal naik ditahun-tahun berikutnya. Itu karena ada Kang Doding. Terlepas dari bagaimana pertarungan APBD di bagi-bagi, kita bisa mahfum kalau itu bakal terjadi, mengingat ada banyak anggota dewan Trenggalek yang menempati posisi strategis di cabang olahraga.

Maka ketika orang bertanya, apakah tidak terlalu berat memikul dua amanah sekaligus, pertanyaan itu mungkin lahir dari kurangnya imajinasi. Sebab di Trenggalek, beban sering kali bukan untuk dihindari, melainkan untuk dipamerkan sebagai bukti kapasitas. Semakin banyak jabatan, semakin tebal legitimasi. Semakin tebal legitimasi, semakin kokoh kepercayaan diri.

Kabar Trenggalek - Opini

Editor: Tim Redaksi