KBRT - Gunung Slamet, merupakan sebuah gunung dengan ketinggian yang sempurna untuk digunakan mendaki oleh para pendaki berpengalaman. Selain itu, gunung ini menyimpan berbagai fakta menarik serta kisah horor yang harus kamu tahu.
Indonesia, terkenal dengan kondisi geografi dan kekayaan alam yang didominasi oleh gunung dan lautan. Hal ini, membuat gunung menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar negeri.
Salah satu gunung yang kini menjadi sorotan publik, adalah Gunung Slamet dengan rute menantang serta segudang kisah horor menarik bagi para pendaki yang menyukai tantangan.
Bagi kalian yang tidak familiar dengan hal-hal mistis, sebaiknya kalian siapkan mental kalian dan pastikan kalian memang sudah benar-benar mengerti tentang Gunung Slamet.
Daftar Isi [Show]
Gunung Slamet
Gunung Slamet, merupakan sebuah gunung berapi aktif yang lokasinya berada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, tepatnya di antara 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Letak geografis gunung ini, yaitu berada di posisi 7o 14' 30" Lintang Selatan dan 109o 12' 30" Bujur Timur.
Terlihat dari cakupannya, kalian pasti sudah bisa membayangkan seberapa besar gunung satu ini. Tak hanya besar, gunung ini memiliki ketinggian 3.432 mdpl dan diakui sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, serta urutan kedua gunung tertinggi di Pulau Jawa, hingga mendapatkan julukan sebagai Atap Jawa Tengah.
Dengan ketinggian tersebut, tentu saja tidak direkomendasikan bagi para pendaki pemula. Namun bagi para profesional yang suka tantangan, gunung ini akan menjadi pilihan sempurna untuk menghabiskan waktu dan menikmati keindahan alam.
Selain terkenal akan ketinggiannya, Gunung Slamet juga merupakan gunung tunggal yang merupakan sebuah gunung yang terpisah dari pegunungan. Hal ini, menjadi sebuah keunikan yang membedakan Gunung Slamet dengan gunung-gunung lainnya.
Selain menjadi wisata pendakian, terdapat pula wisata Baturraden yang letaknya berada di kaki Gunung Slamet dan menjadi salah satu tujuan wisata populer di Kabupaten Banyumas.
Kisah Mistis
Dibalik keindahan dan kemegahan gunung ini, terdapat berbagai kisah mistis yang telah diakui oleh masyarakat Setempat. Berdasarkan berbagai sumber yang kami gali, terdapat berbagai mitos yang telah menjalar dibalik nama Gunung Slamet.
Berikut adalah beberapa mitos yang ada di Gunung Slamet:
Makhluk Halus Penunggu Gunung Slamet
Masyarakat adat yang ada di Dusun Bambangan, meyakini bahwa Gunung Slamet dihuni oleh beberapa makhluk halus, seperti Mbah Jamur Dipa dan Mbah Rantasari. Mbah Jamur Dipa diyakini sebagai penguasa Gunung Slamet yang dapat mengabulkan berbagai permohonan.
Selain itu, terdapat pula makhluk halus lain seperti kuntilanak, pocong, dan lelembut yang diyakini sering membuat suara menakutkan pada malam hari. Masyarakat lokal meyakini bahwa menjaga hubungan baik dengan makhluk halus ini dapat menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan mereka.
Lokasi Angker di Gunung Slamet
Masih berada di masyarakat Dusun Bambangan, yang meyakini bahwa Gunung Slamet merupakan tempat keramat, yang dihuni oleh makhluk halus dan roh-roh leluhur.
Bagi mereka yang percaya, terdapat tempat-tempat tertentu di Gunung Slamet yang harus dihindari karena dianggap angker. Contohnya, seperti Pondok Walang dan Pelawangan yang dianggap sebagai tempat pasar siluman.
Tak hanya itu, ada juga kepercayaan bahwa pohon besar di jembatan masuk Dusun Bambangan ditempati oleh makhluk halus yang disebut Mbah Rantasari. Bagi kalian yang baru mengunjungi gunung ini, sebaiknya menghindari tempat-tempat tersebut.
Mitos Binatang di Gunung Slamet
Gunung Slamet adalah rumah bagi berbagai binatang seperti lutung, macan, babi hutan, dan celeng. Namun, terdapat keyakinan di masyarakat yang mengatakan bahwa ada binatang seperti ular besar dan kuda sembrani yang diyakini sebagai jelmaan dari makhluk halus, seperti Nyi Roro Kidul.
Larangan Saat Pendakian Gunung Slamet
Selain larangan umum seperti dilarang mendaki ketika cuaca ekstrim, terdapat pula larangan spiritual seperti tidak boleh berbicara sembarangan, buang air kecil atau besar sembarangan, mengeluh, atau berbicara frontal, dan menyentuh lutut, yang diyakini dapat mengganggu berbagai makhluk halus yang ada di Gunung Slamet.
Para pendaki, juga dilarang mendaki jika sedang menstruasi. Karena dapat memicu kemarahan makhluk halus hingga berdampak buruk bagi pendaki dan sekitarnya.
Pos di Empat Jalur
Agar kalian tidak tersesat, di setiap jalur yang sudah disediakan akan terdapat beberapa pos yang bisa kalian gunakan sebagai acuan perjalanan dan tempat istirahat. Karena seperti yang kita tahu, tidak di semua tempat sudah terjangkau sinyal internet yang memadai.
Berkut daftar pos di empat jalur pendakian Gunung Slamet:
Jalur Bambangan (purbalingga)
Basecamp – Pos 1 Pondok Gembirung: 1,5–2 jam jalan kaki atau 20 menit ojek (2 km)
Pos 1 Pondok Gembirung – Pos 2 Pondok Walang: 1,5–2 jam (750 m)
Pos 2 Pondok Walang – Pos 3 Pondok Cemara: 2–3 jam (625 m)
Pos 3 Pondok Cemara – Pos 4 Pondok Samaranthu: 1–1,5 jam (600 m)
Pos 4 Samaranthu – Pos 5 Samhyang Rangkah: 30 menit–1 jam (325 m)
Pos 5 Samhyang Rangkah – Pos 6 Samhyang Ketebonan: 30 menit–1 jam (300 m)
Pos 6 Samhyang Ketebonan – Pos 7 Samhyang Kendit: 30 menit–1 jam (315 m)
Pos 7 Samhyang Kendit – Pos 8 Samhyang Jampang: 20–30 menit (80 m)
Pos 8 Samhyang Jampang: – Pos 9 Pelawangan: 30 menit (110 m)
Pos 9 Pelawangan – Puncak: 1–2 jam (500 m)
Dipajaya (Pemalang)
Basecamp – Pos 1: 45 menit–1 jam
Pos 1 – Pos 2: 2 jam
Pos 2 – Pos 3 Pondok Cemara: 3 jam
(setelahnya menyatu dengan jalur Bambangan sampai puncak)
Permadi Guci (Tegal)
Basecamp – Pos 1 Blakbak: 2 jam jalan kaki atau 20 menit ojek (3,5 km)
Pos 1 Blakbak – Pos 2 Rimpakan: 1,5–2 jam (1,5 km)
Pos 2 Rimpakan – Pos 3 Selo Pethak: 1–1,5 jam (1,4 km)
Pos 3 Selo Pethak – Pos 4 Ranu Amreta: 45–60 menit (1,5 km)
Pos 4 Ranu Amreta – Batas Vegetasi: 1,5 jam (1,5 km)
Batas Vegetasi – Pos 5 Watu Ireng: 30 menit (500 m)
Pos 5 Watu Ireng – Puncak Salam Permadi: 2 jam (1 km)
Puncak Salam Permadi – Puncak Surono: 10–15 menit (300 m)
Baturraden Lestari (Banyumas)
Basecamp – Titik Nol (gerbang pendakian): 45 menit jalan kaki atau 10 menit ojek (1,7 km)
Titik Nol (gerbang) Pendakian – Pos 1 Percit: 1,5 jam (1,8 km)
Pos 1 Percit – Pos 2 Sintok: 1 jam (700 m)
Pos 2 Sintok – Pos 3 Bongkrek: 2 jam (1,5 km)
Pos 3 Bongkrek – Pos 4 Katik: 1 jam (600 m)
Pos 4 Katik – Pos 5 Kantong Semar: 1 jam (1,2 km)
Pos 5 Kantong Semar – Pos 6 Kuda-Kuda: 45 menit (600 m)
Pos 6 Kuda-Kuda – Pos 7 Simbar Angin: 1,5 jam (900 m)
Pos 7 Simbar Angin – Pos 8 Cantigi: 45 menit (600 m)
Pos 8 Cantigi – Batas Vegetasi: 30 menit (200 m)
Batas Vegetasi – Puncak: 2 jam (700 meter)
Kabar Trenggalek - Wisata
Editor: Zamz












