KBRT - Menjalani puasa seharian bukan cuma soal menahan lapar dan haus. Cara mengatur pola makan dan istirahat jadi kunci utama agar tubuh tetap fit hingga malam.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Trenggalek, dr. Sunarto, mengingatkan masyarakat agar tidak asal kenyang saat sahur maupun berbuka.
Menurut dr. Sunarto, sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina tubuh selama puasa.
“Sahur memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa dan aktivitas ketika di siang hari. Untuk itu, perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayur, serta hindari makanan yang tinggi minyak karena akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan kantuk di siang hari,” jelasnya.
Artinya, menu sahur sebaiknya tidak didominasi gorengan atau makanan bersantan kental. Selain bikin cepat haus, juga berisiko memicu gangguan kesehatan.
Godaan terbesar biasanya datang saat waktu berbuka. Namun langsung makan banyak justru bisa membuat perut tidak nyaman.
“Langsung mengkonsumsi makanan yang banyak ketika berbuka puasa, akan menyebabkan perut menjadi sesak, sehingga makan makanan secukupnya secara bertahap, dimulai dengan mengkonsumsi air putih dan sedikit makanan manis,” terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan malam. Makan berlebihan saat malam hari bisa meningkatkan risiko obesitas.
Selama puasa, jumlah dan jenis makanan harus diperhatikan.
“Saat puasa yang harus diperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Atur pola makan saat buka, makan malam dan saat sahur dengan tepat. Makan berlebihan resiko menimbulkan keluhan seperti perut penuh, terasa sesak serta tidak bugar,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa jenis makanan sebaiknya dikurangi.
“Hindari makanan yang memicu asam lambung dan dehidrasi, seperti gorengan, makanan pedas/asam, bersantan kental, serta minuman berkafein (kopi/teh) dan bersoda. Kurangi makanan tinggi gula, makanan instan, dan buah bergas (durian, nangka) agar perut tidak kembung, mual, atau cepat lemas,” kata dia.
Meski berpuasa, aktivitas fisik tetap dibutuhkan. “Aktivitas fisik minimal 30 menit, meskipun sedang berpuasa, aktivitas fisik masih sangatlah penting untuk menjaga kebugaran tubuh,” tegasnya.
Selain itu, pola tidur juga harus dijaga. Jika harus bangun lebih awal untuk sahur, sebaiknya tidak tidur terlalu larut malam untuk hal-hal yang tidak penting.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, tetap aktif, dan istirahat cukup, puasa bisa dijalani dengan tubuh tetap segar tanpa drama lemas seharian.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz






















