Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Ramadan Tinggal Hitungan Bulan, Skema MBG di Trenggalek Masih Menunggu Kepastian

Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek saat Ramadan 2026 belum pasti berjalan. Satgas masih menunggu juknis resmi dari Badan Gizi Nasional.

Poin Penting

  • Satgas MBG Trenggalek belum menerima juknis penyaluran MBG selama Ramadan
  • Target 80 dapur MBG, baru 53 dapur yang sudah beroperasi
  • Skema distribusi saat puasa disebut berpotensi berbeda dari hari normal

KBRT - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 2026 di Kabupaten Trenggalek masih belum menemukan kepastian. Hingga kini, satuan pelaksana di daerah belum bisa memastikan apakah program tersebut tetap berjalan saat puasa atau justru mengalami penyesuaian, karena petunjuk teknis dari pemerintah pusat belum diterbitkan.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu juknis resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengatur skema penyaluran MBG selama Ramadan. Tanpa aturan teknis tersebut, daerah belum bisa melangkah lebih jauh.

“Informasi terkait pemberian MBG di bulan puasa seperti apa, sampai saat ini kami masih menunggu juknis dari pusat, dari BGN. Belum ada kejelasan apakah tetap berlaku atau seperti apa mekanismenya,” ujar Saeroni.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun aturan teknis yang mengatur pendistribusian MBG selama bulan Ramadan. Karena itu, seluruh pelaksana di daerah masih berada dalam posisi menunggu.

“Kami masih menunggu juknis dari pusat terkait pendistribusian MBG pada bulan Ramadan. Jika sudah keluar, tentu akan kami sosialisasikan,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Di Trenggalek, program MBG sendiri ditopang oleh target sekitar 80 dapur MBG atau Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang dirancang untuk melayani kurang lebih 170 ribu penerima manfaat. Namun, realisasi di lapangan masih berjalan bertahap.

Hingga saat ini, baru 53 dapur MBG yang telah berdiri dan beroperasi. Artinya, capaian layanan masih berada di kisaran separuh dari target yang ditetapkan.

Meski di tingkat pusat beredar wacana bahwa program MBG tetap akan direalisasikan selama Ramadan, pelaksana di daerah belum menerima juknis yang menjelaskan secara rinci pola distribusi, jenis menu, hingga waktu penyaluran makanan saat puasa.

“Konsep penyaluran kemungkinan akan berbeda dengan hari biasa,” ujar dia.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz