Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

MBG Trenggalek Ditemukan Berbau, Satgas Pastikan Ada Laporan ke Badan Gizi Nasional

Satgas MBG Trenggalek melaporkan temuan menu ayam berbau ke Badan Gizi Nasional dan masih menunggu tindak lanjut resmi.

Poin Penting

  • Temuan ayam berbau sudah diteruskan ke BGN
  • Satgas belum mengeluarkan peringatan resmi
  • Hasil uji E. Coli sebelumnya dinyatakan negatif

KBRT - Kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dilaporkan berbau di SD Inovatif Trenggalek kini sudah diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Satgas MBG Trenggalek memastikan laporan telah dikirim melalui jalur resmi dan saat ini masih menunggu tanggapan.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa laporan awal berasal dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), kemudian diteruskan ke koordinator wilayah hingga sampai ke tingkat pusat.

“Dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan ke koordinator wilayah dan sudah diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada umpan balik resmi dari BGN terkait laporan tersebut.

“Dari laporan itu belum ada feedback dari BGN, demikian keterangan dari Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trenggalek. Kalau dari satgas belum ada peringatan, Laporan kronologi,” tambahnya.

Sebelumnya, sekitar 400 porsi MBG dari SPPG Ngantru 3 dikembalikan oleh pihak SD Inovatif Trenggalek pada Kamis (05/02/2026). Menu yang dijadwalkan untuk sarapan itu dilaporkan mengeluarkan bau tidak sedap saat ompreng dibuka.

Guru Kelas SD Inovatif, Daimaini, menyebut makanan datang sebelum pukul 08.00 WIB dengan menu ayam rica-rica.

ADVERTISEMENT

“MBG itu datangnya kalau di SD Inovatif Trenggalek itu pagi sebelum jam 08.00 Wib, terus hari ini menunya seperti rica-rica ayam, ayam dibumbui,” kata Daimaini.

Setelah kemasan dibuka, guru mencium bau yang tidak biasa dan menyebar di ruang kelas.

“Apa mungkin penyebabnya karena bumbu rica di ayam itu, kan dikombinasikan dengan buah salak, bercampur aduk ketika dibuka bau tidak sedap,” paparnya.

Beberapa guru lainnya juga mencium aroma yang disebut berbau “badeg”. Demi menghindari risiko terhadap siswa, pihak sekolah memutuskan tidak membagikan makanan tersebut.

Sehari setelah kejadian, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek melakukan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan Labkesda pada Jumat (06/02/2026) menyatakan sampel negatif bakteri Escherichia coli (E. Coli).

Meski demikian, Dinkes menegaskan pemeriksaan tersebut belum menutup kemungkinan adanya bakteri lain, mengingat kapasitas laboratorium daerah saat ini baru dapat mendeteksi E. Coli.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan proses pelaporan telah berjalan hingga tingkat nasional. Satgas MBG Trenggalek menyatakan masih menunggu tindak lanjut resmi dari BGN terkait evaluasi maupun langkah perbaikan ke depan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz