Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

MBG Trenggalek Siap Meluas ke Lansia, Satgas Tunggu Lampu Hijau Pemerintah Pusat

Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek berpeluang diperluas ke lansia. Satgas MBG menyatakan data dan dapur siap, tinggal menunggu kebijakan resmi pusat.

Poin Penting

  • Satgas MBG Trenggalek mengklaim siap jika lansia masuk sasaran penerima
  • Data lansia sudah tersedia lewat lintas instansi daerah
  • Jumlah dapur MBG masih akan ditambah demi distribusi yang lebih merata

KBRT - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek berpeluang diperluas untuk menyasar kelompok lanjut usia (lansia). Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek menyatakan kesiapan penuh, namun pelaksanaan masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menegaskan bahwa dari sisi pendataan, daerah tidak akan mengalami kendala jika lansia ditetapkan sebagai penerima manfaat baru.

“Untuk data sasaran lansia secara rinci, Satgas bisa mengacu pada DTKS, data Dinas Kesehatan, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ujar Saeroni.

Meski data telah tersedia, hingga kini belum ada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Trenggalek yang menyalurkan MBG untuk lansia. Penyebabnya, petunjuk teknis resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum diterbitkan.

“Saat ini program MBG di Trenggalek masih memprioritaskan ibu hamil, anak sekolah, ibu menyusui, dan balita. Untuk lansia, kami masih menunggu arahan resmi terkait waktu pelaksanaan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Satgas MBG mencatat sudah ada 62 titik SPPG yang terdaftar. Sebanyak 53 dapur di antaranya telah beroperasi, sementara target akhir Kabupaten Trenggalek adalah 80 dapur agar seluruh wilayah terlayani optimal.

“Dengan jumlah dapur yang lebih banyak, beban layanan tiap SPPG akan berkurang. Saat ini satu dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat,” katanya.

Saat ini, total penerima manfaat MBG di Trenggalek mencapai sekitar 174.000 orang. Jumlah tersebut berpotensi bertambah signifikan jika pemerintah pusat resmi memasukkan lansia sebagai sasaran program.

Sebelumnya, Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional telah menyepakati fokus intervensi bagi kelompok rentan, terutama lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendiri serta penyandang disabilitas.

Dalam skema tersebut, BGN bertanggung jawab pada penyediaan makanan dan anggaran, sementara Kemensos menyiapkan pendamping serta mekanisme distribusi agar bantuan sampai langsung ke rumah penerima.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz