KBRT - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek dipastikan tetap beroperasi selama bulan Ramadan, meski dengan skema dan menu berbeda dari hari biasa. Penyesuaian dilakukan agar makanan tetap bisa dimanfaatkan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, katanya, usai berkoordinasi dengan koordinator Kabupaten Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski belum ada petunjuk teknis detail, pelaksanaan MBG dipastikan tidak berhenti selama Ramadan.
“Tadi dari koordinasi dengan koordinator Kabupaten Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini belum ada petunjuk detail, namun menyampaikan di bulan ramadhan masih ada Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek,” jelasnya.
Agar tetap relevan dengan kondisi puasa, menu MBG nantinya akan disiapkan dalam bentuk menu kering. Makanan tersebut dibagikan pada pagi hari dan bisa digunakan saat waktu berbuka.
“Mungkin nanti bentuknya adalah menu kering, sehingga nanti bisa digunakan untuk berbuka puasa, disampaikan pagi.”
Dari sisi kesiapan dapur, Saeroni menjelaskan bahwa di Trenggalek terdapat tujuh dapur MBG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat kelayakan operasional.
“SLHS kemarin masih tetap, di Trenggalek tetap ada 7, terakhir mendapatkan laporan masih 7,” paparnya.
Untuk sasaran penerima, kelompok lansia usia 60 tahun ke atas sudah tercatat dalam DTSEN. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah lansia akan menerima manfaat MBG selama Ramadan.
“Kalau sasaran lansia ada, karena usia di 60 tahun sudah tercatat mulai DTSEN, kalau lansia belum dapat info terkait mendapat manfaat,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Trenggalek saat ini mencapai 53 dapur, dari target 80 dapur yang direncanakan.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















