KBRT - Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap merayakan tradisi, namun dengan satu catatan penting: keamanan dan ketertiban harus dijaga bersama.
Pesan itu disampaikan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat menghadiri pertemuan sinergitas yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan silat, hingga organisasi kemasyarakatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Bawarasa lantai 2.
Mas Ipin sapaan akrab bupati muda Trenggalek menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang berbagai tradisi khas Ramadan, mulai dari ronda sahur hingga aktivitas lain yang sudah mengakar di masyarakat. Namun, semua itu perlu dilakukan dengan kesadaran agar tidak merugikan orang lain.
“Yang penting batasannya jelas, jaga keamanan dan ketertiban,” pesannya di hadapan peserta forum.
Ia menyebut, Ramadan kerap diwarnai beragam aktivitas warga. Karena itu, pemerintah bersama aparat keamanan berupaya hadir untuk memastikan suasana tetap kondusif, tanpa mematikan tradisi yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah tradisi menerbangkan balon udara. Mas Ipin mempersilakan masyarakat melakukannya, tetapi dengan cara yang aman.
“Biasanya ketika Ramadan maupun hari raya ada tradisi menerbangkan balon. Silakan masyarakat melakukan itu, tapi pastikan balonnya diikat, sehingga tidak membahayakan orang lain. Karena pernah ada kejadian balon udara menyebabkan kebakaran lahan pertanian dan rumah,” jelasnya.
Selain balon udara, petasan juga menjadi perhatian serius. Mas Ipin mengingatkan adanya kejadian tragis di wilayah Blotar yang berdampak fatal.
“Kemudian juga dengan petasan, ada kejadian di Blotar yang menyebabkan rumah meledak dan seseorang kehilangan nyawa,” ungkapnya.
Tak hanya itu, aktivitas ronda sahur juga diimbau tetap memperhatikan kenyamanan warga lain.
“Ronda sahur silakan dilakukan, tapi jangan menggunakan sound system yang berlebihan karena bisa mengganggu istirahat orang lain,” tegasnya.
Melalui forum sinergitas tersebut, Mas Ipin berharap seluruh unsur—mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan—bisa bergerak bersama menjaga situasi Kabupaten Trenggalek tetap aman dan nyaman selama Ramadan.
Di akhir pertemuan, Mas Ipin menyampaikan ucapan selamat menyambut Bulan Suci Ramadan kepada seluruh masyarakat Trenggalek. Ia berharap ibadah puasa tahun ini bisa dijalani dengan khusyuk, penuh toleransi, dan jauh dari gangguan kamtibmas.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz




















