KBRT - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek langsung dihadapkan pada tantangan besar. Meski baru resmi berdiri pada 2026, dinas ini diminta tidak sekadar adaptasi, melainkan berani menatap target tinggi: menyelenggarakan multi event olahraga tingkat Jawa Timur, bahkan nasional.
Tantangan itu disampaikan langsung oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai melantik dua pejabat administrator dan satu pejabat pengawas Dispora, sebagai bagian dari penguatan organisasi dinas baru tersebut.
Sebelumnya, urusan kepemudaan dan olahraga masih berada dalam satu atap Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Kini, dengan Dispora berdiri sendiri, arah kebijakan diminta lebih fokus dan agresif.
Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, peningkatan prestasi olahraga tidak bisa dilepaskan dari kesiapan sarana, prasarana, serta iklim kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
“Olahraga kami ingin ada perbaikan prestasi di topang dengan sarana prasarana termasuk dengan iklim kompetisinya, maka salah satu yang kami tugaskan bagaimana disisa waktu ini di periode 4 tahun kedepan kami bisa bidding multi event apakah tingkat Jawa Timur maupun tingkat nasional," jelasnya.
Namun, Mas Ipin menegaskan langkah besar itu harus diawali dari bawah. Event olahraga di tingkat kabupaten tetap menjadi fondasi utama sebelum Trenggalek melangkah lebih jauh.
“Tentu harus diawali juga multi event di tingkat kabupaten, baik di naungan KONI maupun di KORMI, jadi ini penting Dinas Pemuda dan Olahraga,” papar dia.
Lebih jauh, Mas Ipin menekankan bahwa penguatan olahraga tidak semata soal medali. Ada dampak jangka panjang bagi kualitas generasi muda.
“Menurut riset dari UNICEF semakin anak pemuda aktif secara fisik maupun olahraga ini akan meningkatkan kecerdasan, makanya coba arahkan energi muda ini ke hal positif,” ucapnya.
Ia juga menyinggung kondisi demografi Trenggalek yang kini berada pada fase pemuda usia matang. Bonus demografi disebut sudah mencapai puncaknya beberapa tahun lalu.
“Pemetaan demografi kami lihat sebenarnya angka kelahiran semakin lama semakin menurun, kami puncak bonus demografi di 2017-2019, jadi anak muda sekarang matang, sudah di usia yang matang, piramida kami gemuk di tengah, makanya pekerjaan banyak,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Dispora tidak bisa bekerja sendiri. Mas Ipin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas dinas agar potensi pemuda bisa tersalurkan secara konkret.
“Misalkan pemuda dengan pertanian maka sinerginya dengan Dinas Pertanian, Pemuda dan Ekonomi, kemudian pendidikan anak muda.”
Tantangan ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Dispora Trenggalek sebagai dinas baru: apakah mampu menjadi motor penggerak prestasi olahraga sekaligus pengembangan pemuda secara menyeluruh.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz




















