Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Pantai Kebo Bangkit Saat Wisata Trenggalek Lesu, Kunjungan Naik di Tahun 2025

Kunjungan wisata Pantai Kebo di Trenggalek melonjak tajam sepanjang 2025. Data Disparbud mencatat peningkatan signifikan dipicu viral media sosial dan peran Pokdarwis.

Poin Penting

  • Kunjungan Pantai Kebo melonjak drastis sepanjang 2025
  • Viral media sosial dan peran Pokdarwis jadi pemicu utama
  • Disparbud berharap kesuksesan ini bisa ditiru destinasi lain

KBRT - Di tengah tren penurunan kunjungan wisata secara umum di Kabupaten Trenggalek, Pantai Kebo di Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, justru menunjukkan kebangkitan signifikan sepanjang 2025. Destinasi yang sebelumnya relatif sepi ini mencatat lonjakan jumlah wisatawan secara drastis.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat kunjungan wisatawan ke Pantai Kebo mencapai 37.640 orang selama 2025. Angka tersebut melonjak jauh dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 7.451 kunjungan.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi, menyebut lonjakan tersebut dipicu oleh viralnya Pantai Kebo di media sosial serta pengelolaan aktif yang dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Pantai Kebo itu tahun 2025 ini jumlah kunjungan mencapai 37.640 orang, kalau sebelumnya tahun 2024 hanya 7.451 orang, ini memang lagi viral di Pantai Kebo yang dikelola Pokdarwis,” ujarnya.

Meski mencatat pertumbuhan signifikan, Bambang menyebut secara total jumlah kunjungan wisata di Trenggalek masih didominasi oleh pantai-pantai besar. Pantai Mutiara menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi mencapai 360.084 orang, disusul Pantai Pasir Putih dengan 310.273 kunjungan sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Pantai Kebo menjadi contoh bagaimana destinasi wisata yang dikelola komunitas dapat berkembang pesat apabila mendapat momentum promosi yang tepat dan konsisten.

“Kalau berdasarkan data kami kunjungan paling tinggi tahun 2025 itu di bulan April pas Hari Raya Idul Fitri,” kata Bambang.

Disparbud Trenggalek berharap keberhasilan Pantai Kebo dapat direplikasi oleh destinasi lain, sehingga pengembangan pariwisata daerah tidak hanya bertumpu pada pantai-pantai unggulan.

Pantai Kebo sendiri dikenal memiliki karakter unik berupa perpaduan pantai, muara sungai, area persawahan, serta aktivitas petani dengan kerbau, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz