KBRT - Gelaran Trenggalek Esports Championship Season 2 dipastikan bakal semakin semarak dengan kehadiran caster nasional Mobile Legends, Lius Andre atau yang lebih dikenal dengan Ko Lius. Influencer esports nasional tersebut dijadwalkan hadir langsung pada 21 Desember 2025 untuk mengawal jalannya pertandingan.
Wakil Sekretaris ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri, menyampaikan bahwa kehadiran Ko Lius menjadi salah satu upaya panitia untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dan penonton.
“Kami ingin memberikan pengalaman terbaik, tidak hanya bagi peserta tetapi juga penonton. Kehadiran Ko Lius diharapkan bisa menambah atmosfer kompetitif dan edukatif dalam event ini,” ujar Wildan.
Menurutnya, Trenggalek Esports Championship Season 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan ekosistem esports lokal. Kehadiran figur nasional dinilai mampu memotivasi atlet esports Trenggalek, khususnya dari kalangan pelajar.
Di sisi lain, kompetisi yang saat ini masih berlangsung menunjukkan persaingan ketat di berbagai cabang game. Pada Mobile Legends, fase grup berjalan kompetitif dengan dominasi dua tim teratas di masing-masing grup.
“Pada cabang Mobile Legend, hasil akhir fase grup menunjukkan dominasi dua tim teratas. EOG Esports berhasil finis di posisi pertama Grup A dengan raihan 12 poin, sementara Fighter Corp keluar sebagai pemuncak Grup B dengan 11 poin,” kata Wildan.
Sementara itu, pada cabang Free Fire, persaingan diwarnai performa solid tim-tim pelajar. Salah satu sekolah mencatatkan keunggulan signifikan dibanding peserta lainnya.
“Pada cabang Free Fire, tim SMKN 1 Pogalan tampil dominan dan berhasil finis di posisi pertama dengan selisih poin yang cukup jauh, yakni unggul 725 poin dari pesaing terdekat,” jelasnya.
Terkait sistem kompetisi, Wildan menjelaskan bahwa dari total 10 tim Mobile Legends yang bertanding, hanya delapan tim terbaik yang berhak melaju ke babak playoff. Setiap grup diambil empat tim teratas, sementara tim dengan poin terendah harus tersingkir di fase grup.
“Sistem ini kami terapkan untuk menjaga kualitas pertandingan di babak selanjutnya, sehingga tim yang lolos benar-benar siap secara teknis dan mental,” ujarnya.
Pada cabang Free Fire, dari 18 sekolah yang berpartisipasi, sebanyak 12 sekolah dinyatakan lolos ke babak berikutnya. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat serta pemerataan kemampuan esports pelajar di Trenggalek.
“Antusiasme dari sekolah-sekolah sangat luar biasa. Ini menjadi indikator positif bahwa esports pelajar di Trenggalek terus berkembang,” ungkap Wildan.
Selain menghadirkan Ko Lius, ESI Trenggalek juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Penonton dapat hadir secara gratis di GOR Jwalita Kabupaten Trenggalek dengan dukungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek.
“Semua bisa nonton, acara kami gratis, silakan ajak teman, saudara, kerabat, semuanya boleh nonton tanpa batasan usia. Silakan registrasi tiket pada laman link pada bio Instagram @esi_trenggalek. Kami juga sudah memberikan tata cara registrasi tiketnya,” tambahnya.
Ke depan, Wildan berharap Trenggalek Esports Championship dapat terus digelar secara berkelanjutan dan berkembang dengan penambahan nomor pertandingan.
“Event ini kami harapkan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan berkembang menambah nomor pertandingan. Pada tahun 2025 ini game yang kami pertandingkan ada tiga, Mobile Legends, Free Fire, dan Magic Chess. Semoga pada tahun berikutnya kita bisa menambah nomor pertandingan sehingga dapat mewadahi semua game untuk para pelaku esports,” ujar dia.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz



















