Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Jelang Arus Mudik, Jalan Berlubang di Trenggalek Ditambal Dulu: Solusi Cepat Sambil Tunggu Proyek Besar

Dinas PUPR Trenggalek melakukan tambal sulam di ruas jalan strategis dan padat lalu lintas jelang arus mudik, sebagai solusi sementara sebelum proyek perbaikan Rp95 miliar berjalan.

Poin Penting

  • Tambal sulam difokuskan pada ruas strategis dan padat lalu lintas.
  • Sugihan–Kebon jadi salah satu prioritas karena banyak lubang.
  • Tahun 2026, Pemkab siapkan Rp95 miliar untuk perbaikan dan rekonstruksi jalan.

KBRT - Musim mudik makin dekat, jalan berlubang pun tak bisa dibiarkan “menyambut” pemudik begitu saja. Di Trenggalek, solusi cepat mulai dijalankan: tembel-tembel dulu, yang penting aman dilintasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan pemeliharaan sementara difokuskan pada ruas strategis dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

“Jadi utamanya jalan strategis yang punya kepadatan lalu lintas tinggi, kemudian ada kerusakan, ya kami harapkan bisa ada pemeliharaan tembel-tembel, supaya bisa melayani pemudik,” ujarnya.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik. Tambal sulam dipilih agar lubang-lubang yang berpotensi membahayakan bisa segera tertangani, meski belum masuk tahap perbaikan menyeluruh.

Salah satu ruas yang disorot adalah Sugihan–Kebon. Jalur ini disebut memiliki cukup banyak titik berlubang dan kerap dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi.

“Ya kami mungkin salah satu dekat sini, Sugihan–Kebon yang memang kondisinya sudah cukup banyak jalan berlubang, mungkin tempat lain punya kepadatan lalu lintas dan memiliki kemanfaatan untuk masyarakat,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Artinya, prioritas bukan hanya berdasarkan tingkat kerusakan, tapi juga fungsi dan manfaat jalan tersebut bagi mobilitas warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengalokasikan sekitar Rp95 miliar pada 2026 untuk pembangunan fisik konstruksi dan perbaikan jalan. Anggaran itu bersumber dari pinjaman daerah Rp41 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp19,4 miliar, serta APBD murni Rp35 miliar.

Dana tersebut diprioritaskan untuk ruas jalan kabupaten yang kondisinya menurun. Sebagian cukup dengan pemeliharaan, namun ada pula yang membutuhkan rekonstruksi total karena kerusakan berat.

Salah satu proyek bernilai besar dari skema pinjaman daerah berada di ruas Wonorejo–Sebo dengan pagu sekitar Rp10 miliar. Dari DAK, penanganan juga menyasar ruas Pandean–Malasan di Durenan dengan nilai kurang lebih Rp10 miliar, serta pembangunan jembatan di Bangunsari.

“Kebanyakan jalan eksisting, kebetulan kondisinya sudah rusak dan itu perlu dilaksanakan pemeliharaan maupun tergantung kondisinya, kalau parah istilahnya harus ada re-konstruksi,” jelas Anjang.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz