KBRT - Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Trenggalek, Rabu (01/01/2026) dan memicu tiga kejadian bencana di lima kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat bencana tersebut berupa tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang berdampak pada sejumlah rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek melalui Kepala Pusat Data dan Operasi (Pusdalops), Stefanus Triadi Atmono, mengatakan seluruh kejadian terjadi dalam waktu hampir bersamaan saat intensitas hujan meningkat sejak sore hingga malam hari.
“Berdasarkan laporan yang masuk ke Pusdalops, pada 2 Januari terjadi tiga kejadian bencana akibat hujan deras disertai angin kencang, tersebar di lima kecamatan,” kata Triadi.
Data BPBD Trenggalek mencatat, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Dongko dan Watulimo. Di Kecamatan Dongko, longsor menimpa rumah warga di Desa Watuagung serta menyebabkan tembok rumah di Desa Siki ambruk. Sementara di Watulimo, longsor terjadi di Desa Gemaharjo.
Adapun kejadian banjir tercatat di satu Kecamatan. Banjir terjadi di satu titik akibat luapan air setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Sementara dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi di Kecamatan Trenggalek, Watulimo, dan Panggul. Angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang, tiang listrik roboh, serta kerusakan rumah warga.
“Total ada delapan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat kejadian ini. Tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Triadi.
BPBD Trenggalek bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor, mengevakuasi pohon tumbang, serta memastikan akses jalan kembali normal.
Triadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang,” ujar dia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz














