KBRT - Warga Trenggalek tampaknya masih perlu ekstra waspada. Cuaca ekstrem berupa angin kencang diprediksi belum akan benar-benar pergi dalam beberapa hari ke depan, seiring masih aktifnya siklon tropis di wilayah selatan Jawa Timur.
Kondisi ini mulai terasa sejak Sabtu, (24/01/2026) dan berdampak pada meningkatnya kecepatan angin di sejumlah daerah, termasuk Trenggalek. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hembusan angin dalam beberapa hari terakhir tergolong cukup kencang dan berpotensi berlanjut.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andri Wijaya, menyebutkan bahwa angin kencang masih menjadi perhatian utama dalam sepekan ke depan.
“Untuk sepekan ke depan, kami masih terus memantau perkembangan siklon tropis yang ada. Kecepatan angin di wilayah Trenggalek umumnya berada di atas 35 knot atau sekitar 50 hingga 60 kilometer per jam, sehingga tergolong cukup kencang,” ujar Andri.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu berbagai gangguan, mulai dari aktivitas warga hingga kerusakan lingkungan.
“Dalam dua hingga tiga hari ke depan, dampak cuaca ekstrem lebih cenderung berupa angin kencang. Selain itu potensi hujan dapat terjadi sewaktu-waktu dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa hujan yang datang bersamaan dengan angin kencang bisa memicu risiko lanjutan, seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Wilayah perbukitan dan dataran tinggi, termasuk sebagian kawasan di Trenggalek, masuk dalam kategori rawan.
Untuk itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. BMKG menyarankan warga segera mencari tempat berlindung yang aman dan kokoh jika cuaca memburuk.
Saat hujan disertai angin kencang dan petir, warga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan karena perubahan cuaca yang ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz














