KBRT - Angin kencang yang melanda Kabupaten Trenggalek selama dua hari terakhir meninggalkan dampak serius. Peristiwa yang terjadi sejak Sabtu (24/01/2026) hingga Minggu (25/01/2026) tersebut memengaruhi lima kecamatan dan 11 desa, dengan kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa.
“Kejadian selama dua hari, mulai Sabtu (24/01/2026) sampai Minggu (25/01/2026) kemarin berdampak di 5 kecamatan, 11 desa yang terjadi di wilayah Kecamatan Trenggalek,” kata Triadi.
Ia mengungkapkan, dua tower dilaporkan roboh akibat terpaan angin kencang. Selain itu, satu warga asal Kecamatan Pogalan meninggal dunia.
“Kerusakan parah kami melihat tentunya 2 tower yang roboh dan ada 1 korban meninggal dunia warga Pogalan,” ujarnya.
Meski demikian, Triadi memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi. Sebagian besar kerusakan yang tercatat bersifat ringan dan terjadi pada rumah warga.
“Kalau kami kemarin meninjau tidak ada warga yang mengungsi, jadi secara umum rata-rata rusak ringan seperti asbes, seng dan beberapa ranting yang mengenai atap rumah warga,” jelasnya.
BPBD Trenggalek juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Berdasarkan informasi dari BMKG mulai 21–30 Januari 2026 atau 10 hari ke depan ini masih terjadi cuaca ekstrem, berdasarkan prakiraan itu masih dimungkinkan angin kencang dan malam hari bisa hujan lebat,” terang Triadi.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD bersama unsur pentahelix mengimbau warga agar tidak panik, namun tetap siaga, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“BPBD Trenggalek bersama pentahelix kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak panik tapi waspada, ketika di jalan apabila cuaca ada angin kencang dan sebagainya silakan menepi berteduh perlahan dan tentu hindari tempat yang ada baliho atau papan reklame,” imbaunya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD juga melakukan pemangkasan pohon dan ranting yang berpotensi membahayakan warga.
“Kami bersama pihak terkait secara perlahan melaksanakan perampingan ranting pohon ataupun pohon kering atas permintaan dari desa kami lakukan pemotongan,” ujar triadi.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz














