TRENGGALEK – Sebanyak 750 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Trenggalek. Ratusan personel tersebut dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang resmi dimulai usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Trenggalek, Kamis (12/3).
Apel tersebut dipimpin oleh Bupati Trenggalek Mohammad Nur Arifin, bersama Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki dan Komandan Kodim 0806 Letkol Infantri Isnanto Roy Saputro. Dalam kegiatan itu, pimpinan apel juga menyematkan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan Lebaran.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan, total 750 personel yang dilibatkan merupakan gabungan lintas instansi.
“Operasi Ketupat Semeru 2026 digelar selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026.” Ungkapnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200 personel berasal dari Polri, sementara sisanya merupakan gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polisi Militer, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Orari, Senkom, hingga Pramuka.
Selain kesiapan personel, Polres Trenggalek juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan. Terdapat satu pos pelayanan di Agropark, dua pos pengamanan di Durenan dan Watulimo, serta satu pos pantau di Anjungan Cerdas Kecamatan Tugu.
Bupati Trenggalek Mohammad Nur Arifin mengatakan operasi ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur Lebaran.
“Saya mengutip apa yang disampaikan oleh bapak Kapolres bahwa operasi ini adalah operasi kemanusiaan. Kita layani saudara-saudara kita, baik yang melakukan mudik maupun nanti balik.” Jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama kepolisian telah melakukan sejumlah langkah persiapan sejak awal, salah satunya memetakan potensi kerawanan menjelang Lebaran.
“Salah satu contohnya kita sudah memerintahkan PU dan juga sinergi bersama Satlantas untuk bisa memetakan mana ruas-ruas jalan yang mungkin belum dalam kondisi prima, kita bisa lakukan penanganan terbatas untuk membuat proses perjalanan lebih baik.” Imbuhnya.
Selama masa operasi, pengamanan di Trenggalek akan difokuskan pada beberapa aktivitas yang diprediksi meningkatkan mobilitas masyarakat, mulai dari arus mudik, arus balik, kunjungan wisata saat libur Lebaran, hingga tradisi Kupatan di Kecamatan Durenan.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, juga menyebut pihaknya menyiapkan Tim Urai dari Satlantas untuk mengantisipasi kemacetan, terutama di jalur nasional dan akses menuju destinasi wisata.
Selain itu, kepolisian juga melakukan langkah pencegahan terkait tradisi penerbangan balon udara dan penggunaan petasan yang berpotensi membahayakan.
“Saya sudah memerintahkan kepada seluruh Kapolsek untuk langsung mendatangi orang-orang yang biasa membuat balon udara. Hal ini kita sampaikan dari awal, kita peringatkan dari awal sebagai bentuk pencegahan supaya mereka tidak membuat balon udara.” Tegasnya.
Jika masyarakat menghadapi situasi darurat selama berada di wilayah Trenggalek, warga dapat menghubungi call center 110 untuk layanan kepolisian dan 119 untuk kedaruratan medis.
“Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia. kata dia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz






















