TRENGGALEK - Fenomena balon udara liar di Trenggalek ternyata belum sepenuhnya aman. Meski puluhan balon sudah diamankan dalam operasi gabungan akhir Maret 2026, masih ada balon yang sempat tersangkut di jaringan listrik.
Dalam operasi yang digelar 28–29 Maret 2026 di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Pogalan dan Tugu, total 90 balon udara berhasil diamankan. Namun, tiga di antaranya sempat mengenai jaringan listrik dan berpotensi mengganggu pasokan.
Manager UPT PLN Madiun, Ikhsan, menyebut temuan balon yang menyangkut di jaringan menjadi catatan penting, meski secara umum situasi sudah lebih terkendali.
“Sebanyak 90 balon udara berhasil diamankan, ini menunjukkan sinergi yang baik antara petugas dan masyarakat. Namun masih ditemukan 3 balon yang tersangkut di jaringan, sehingga upaya edukasi harus terus diperkuat,” kata dia.
Operasi ini melibatkan sekitar 40 personel gabungan dari PLN dan Polres Trenggalek. Mereka menyasar titik-titik yang selama ini rawan penerbangan balon, sekaligus memberikan edukasi langsung ke warga.
Selain Pogalan dan Tugu, pengawasan juga diperluas ke wilayah Kota Trenggalek hingga Durenan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang lebih luas.
Dari sisi kelistrikan, PLN memastikan kondisi tetap aman selama periode Lebaran hingga tradisi Grebeg Ketupat. Sistem kelistrikan tetap berjalan normal meski sempat ada potensi gangguan dari balon udara.
Sejumlah upaya pencegahan juga sudah dilakukan, mulai dari sosialisasi langsung ke masyarakat, patroli edukatif, hingga kolaborasi dengan aparat desa dan Forkopimcam.
Meski begitu, fenomena balon udara masih jadi perhatian karena berisiko terhadap keselamatan dan jaringan listrik. Edukasi dinilai jadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"PLN pun mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara liar, karena dampaknya bisa luas, mulai dari gangguan listrik hingga potensi bahaya bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















