KBRT – Akses layanan kesehatan yang lebih nyaman dan berkualitas untuk warga Trenggalek makin terbuka. RSUD dr. Soedomo bersiap membuka pelayanan eksekutif rawat jalan yang nantinya bisa diakses langsung oleh peserta BPJS Kesehatan.
Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, saat memastikan kesiapan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut dalam meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.
“Pelayanan ini sangat ditunggu masyarakat. Kami minta tadi kepada direktur RSUD, dan beliau menyatakan kesiapan bahwa pada Februari pelayanan eksekutif rawat jalan sudah bisa digunakan oleh peserta BPJS,” ujar Sukarodin.
Menurutnya, pelayanan eksekutif yang dimaksud merupakan layanan khusus rawat jalan yang ditangani oleh dokter-dokter spesialis. Dengan dibukanya akses bagi peserta BPJS, masyarakat diharapkan memiliki pilihan layanan yang lebih nyaman tanpa harus terbebani biaya tambahan.
“Pelayanan eksekutif ini khusus rawat jalan, ditangani dokter spesialis. Jadi bukan rawat inap,” tegasnya.
Sukarodin mengungkapkan, wacana membuka layanan eksekutif untuk peserta BPJS sebenarnya sudah lama menjadi perhatian DPRD Trenggalek. Bahkan, sejak dirinya masih bertugas di komisi sebelumnya, inisiatif tersebut sudah kerap disuarakan meski belum juga terealisasi.
“Ini sudah lama sekali kami dorong. Bahkan sejak saya di Komisi E dulu. Beberapa daerah lain seperti Tulungagung sudah lebih dulu, dan sekarang akhirnya Trenggalek menyusul,” katanya.
Selain layanan eksekutif, DPRD juga mendorong optimalisasi pemanfaatan paviliun depan RSUD dr. Soedomo yang sebelumnya sempat digunakan sebagai gudang. Saat ini, bangunan tersebut telah direhabilitasi dan tinggal menunggu peningkatan daya listrik agar bisa difungsikan secara maksimal.
“Paviliun depan sudah direhab, tinggal urusan listrik dan kenaikan daya. Kalau itu sudah selesai, pelayanan di paviliun bisa berjalan dengan maksimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Sukarodin juga menyampaikan perkembangan penguatan layanan jantung di RSUD dr. Soedomo, khususnya rencana pelayanan pemasangan ring jantung atau kateterisasi jantung. Saat ini, rumah sakit masih menyiapkan sumber daya manusia dengan menyekolahkan dokter untuk mendukung layanan tersebut.
“SDM untuk catlab atau pasang ring jantung masih kita siapkan. Dokter kita masih sekolah, dan ditargetkan tahun 2027 RSUD dr. Soedomo sudah bisa melayani pemasangan ring jantung sendiri,” ungkapnya.
Dengan kesiapan tersebut, masyarakat Trenggalek ke depan tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung lanjutan. Meski begitu, Sukarodin menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Tidak bisa bim salabim. SDM harus disiapkan dulu, baru sarana prasarana menyusul. Target 2027 sudah siap,” ucapnya.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz





















