KBRT - Keluarga pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soedomo Trenggalek kini tak perlu lagi berdiri lama tanpa tempat berteduh. Perluasan kanopi dan pembangunan ruang tunggu resmi digunakan setelah mendapat dukungan pendanaan sekitar Rp490 juta.
Bantuan tersebut bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM).
Peresmian fasilitas dilakukan Kamis (12/02/2026) dan dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, perwakilan PT SMI, serta BMM.
Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menjelaskan, desain awal rumah sakit memang disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Saat itu, aturan pembatasan sosial membuat ruang tunggu berpotensi memicu kerumunan.
“Dulu kita akses pinjaman waktu Covid-19, saat itu ada aturan social distancing, jadi desainnya tidak memungkinkan membuat ruang yang menimbulkan kerumunan,” ujar Mas Ipin.
Seiring kondisi yang berubah, kebutuhan ruang tunggu dinilai mendesak. Terlebih posisi IGD yang berdekatan dengan layanan ibu dan anak membuat arus keluarga pasien cukup tinggi.
“Memberikan tanggung jawab sosial lingkungan melalui Baitulmaal Muamalat, kemudian membangun perluasan kanopi dan juga ruang tunggu,” tambahnya.
Mas Ipin berharap tambahan kanopi membuat pasien lebih terlindungi saat turun dari kendaraan, terutama ketika musim hujan.
“Sekarang sudah ada ruang tunggunya sehingga harapan kami pelayanan di rumah sakit bisa lebih baik lagi, juga penambahan kanopi agar saat musim hujan pasien yang diturunkan tidak kehujanan,” jelasnya.
Dari sisi perusahaan, PT SMI menyebut bantuan ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Team Leader Divisi Pembiayaan Publik 1 PT SMI, Nanang Arifin, mengatakan pihaknya sebelumnya terlibat dalam pembiayaan pembangunan rumah sakit tersebut.
“Iya, betul. Ini memang bentuk tanggung jawab sosial lingkungan dari PT kami dalam bentuk CSR,” kata Nanang.
Menurutnya, pihaknya melihat kinerja RSUD cukup progresif sehingga proposal yang diajukan pemerintah daerah disambut positif.
“Kami lihat kinerja rumah sakit cukup baik dan progresif. Ketika ada proposal dari Pak Bupati, kami senang membantu agar layanan kepada pasien dan masyarakat Trenggalek makin bagus,” ujarnya.
Terkait kemungkinan dukungan lanjutan, Nanang menyebut hal itu bergantung kebijakan internal perusahaan.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Baitulmaal Muamalat. Kepala Divisi CSR BMM, Rina Ekawati, menjelaskan lembaganya bertindak sebagai mitra pelaksana.
“Kami sebagai mitra dari SMI sebagai pelaksana. Secara nasional sudah lima tahun membersamai SMI,” ujarnya.
Nilai bantuan untuk proyek di Trenggalek disebut hampir Rp490 juta dan menjadi penyaluran perdana di daerah ini dalam kerja sama tersebut.
Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Saeroni, mengatakan fasilitas yang ditambahkan meliputi perluasan kanopi (doorloop) serta ruang tunggu khusus keluarga pasien IGD.
“Dulu kan kanopinya kecil, sekarang ditambah agar saat musim hujan pasien yang diturunkan tidak kehujanan,” jelas Saeroni.
Ia menambahkan, kehadiran ruang tunggu penting karena setiap pasien hampir selalu datang bersama keluarga.
“Karena pasien yang hadir pasti ada keluarganya. Keluarga juga perlu dipikirkan kenyamanannya. Harapannya ke depan pelayanan rumah sakit bisa lebih bagus lagi,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz




















