Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Jelang Sidang Putusan Kasus Kekerasan Guru, PGRI Trenggalek: Estimasi Aksi Solidaritas 900 Massa

Menjelang sidang putusan kasus kekerasan guru SMPN 1 Trenggalek, PGRI Trenggalek menyiapkan aksi solidaritas damai dengan estimasi peserta mencapai 900 orang.

Poin Penting

  • Sidang putusan kasus kekerasan guru SMPN 1 Trenggalek digelar Selasa (10/02/2026).
  • PGRI Trenggalek kembali menggelar aksi solidaritas dan doa bersama.
  • Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 900 orang.

KBRT - Menjelang sidang putusan kasus kekerasan terhadap guru SMP Negeri 1 Trenggalek, gelombang solidaritas dari kalangan pendidik dipastikan masih akan terus bergulir. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Trenggalek menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal jalannya persidangan hingga palu putusan diketok majelis hakim.

Sidang putusan perkara tersebut dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek pada Selasa (10/02/2026). Pada hari yang sama, PGRI Trenggalek kembali menyiapkan aksi solidaritas yang diperkirakan diikuti sekitar 900 peserta.

Ketua PGRI Trenggalek, Catur Winarno, mengatakan aksi yang digelar besok memiliki agenda yang hampir sama dengan aksi solidaritas sebelumnya. Fokus utama tetap pada pernyataan sikap dan doa bersama sebagai bentuk dukungan moral terhadap korban.

“Besok Selasa (10/02/2026) acaranya hampir sama dengan Selasa yang lalu. Dalam Aksi Solidaritas itu agendanya Pernyataan sikap dilanjutkan doa bersama dengan jumlah peserta sekitar 900 orang,” ujar Catur Winarno.

Menurutnya, kehadiran ratusan guru tersebut bukan sekadar aksi simbolik, tetapi wujud konsistensi PGRI dalam mengawal proses hukum agar berjalan adil dan transparan. PGRI juga menegaskan seluruh rangkaian aksi dilakukan secara damai dan tertib.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Trenggalek memastikan perkara kekerasan dengan korban guru SMP Negeri 1 Trenggalek telah memasuki tahap akhir. Juru Bicara PN Trenggalek, Marshias Mereapul Ginting, menjelaskan bahwa sidang pada Selasa (03/02/2026) lalu difokuskan pada pembacaan pledoi atau nota pembelaan dari penasihat hukum terdakwa.

“Agendanya Selasa (03/02/2026) agendanya adalah pembelaan, dari penasehat hukum terdakwa, kemudian untuk minggu depan hari Selasa (10/02/2026) pembacaan putusan dari majelis hakim,” ujar Marshias.

Ia menambahkan, pada sidang pledoi tersebut juga berlangsung aksi solidaritas dari PGRI Trenggalek dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek. Meski diwarnai aksi massa, persidangan tetap berjalan kondusif tanpa gangguan.

“Pada waktu sidang pledoi ada aksi solidaritas dari PGRI Trenggalek dan GMNI Trenggalek dilaksanakan seluruhnya dengan damai, tidak ada apapun, mereka menonton persidangan dengan aman dan tertib, kemudian sebagian di luar menyampaikan orasinya dan doa bersama,” jelasnya.

Dengan agenda putusan yang tinggal menghitung hari, perhatian publik terhadap kasus ini diperkirakan semakin meningkat. PGRI Trenggalek memastikan akan terus mengawal proses hukum tersebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus upaya menjaga marwah profesi guru.

Kabar Trenggalek - Hukum

Editor: Zamz