Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Rokok Picu Ratusan Kasus Penyakit Serius di Trenggalek, Dinkes Ungkap Data 2025

Rokok memicu ratusan kasus PPOK dan kanker paru di Trenggalek sepanjang 2025. Dinkes mencatat dampak serius dan terus memperkuat upaya pencegahan.

Poin Penting

  • Dinkes Trenggalek mencatat hampir seribu kasus PPOK sepanjang 2025
  • Penyakit akibat rokok didominasi kelompok usia lanjut dan laki-laki
  • Skrining dan Upaya Berhenti Merokok terus digencarkan

KBRT – Kebiasaan merokok masih menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Sepanjang Januari hingga November 2025, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Trenggalek mencatat ratusan kasus penyakit berat yang berkaitan langsung dengan konsumsi rokok.

Berbagai penyakit yang muncul akibat rokok tersebut mencakup kanker, penyakit jantung, hingga gangguan pernapasan kronis. Dampaknya tidak hanya terbatas pada paru-paru, tetapi juga menjalar ke kesehatan mulut, mata, kesuburan, serta meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi kehamilan.

Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, dr Sunarto, menegaskan bahwa rokok merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular karena mampu merusak jaringan tubuh dan mengganggu fungsi organ vital.

“Penyakit akibat rokok antara lain kanker paru, mulut, tenggorokan, hingga kandung kemih, penyakit jantung seperti serangan jantung dan stroke, serta gangguan pernapasan seperti PPOK, bronkitis dan emfisema," ungkapnya.

Berdasarkan data Laporan Bulanan (LB1) periode Januari–November 2025, jumlah kasus baru Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di Trenggalek tercatat sebanyak 983 orang. Kelompok usia di atas 69 tahun menjadi penyumbang terbesar dengan 422 kasus atau sekitar 42,93 persen. Dari sisi jenis kelamin, penderita laki-laki mendominasi dengan proporsi 66,51 persen.

Selain PPOK, Dinkes Dalduk KB juga mencatat 18 kasus kanker paru selama periode yang sama. Kelompok usia paling terdampak berada pada rentang 55 hingga 69 tahun dengan 10 kasus.

ADVERTISEMENT

"Menariknya, sebagian besar penderita kanker paru tersebut berjenis kelamin perempuan, yakni 14 orang atau 77,77 persen," paparnya.

Untuk menekan laju penyakit akibat rokok, Dinkes Dalduk KB Trenggalek terus menggencarkan upaya promotif dan preventif. Salah satunya melalui skrining PPOK bagi laki-laki berusia 40 tahun ke atas. Hingga 22 Desember 2025, capaian skrining PPOK telah mencapai 69,75 persen dari target 90 persen.

Sementara itu, skrining kanker paru dilakukan pada laki-laki usia 45 hingga 70 tahun dengan capaian 26,64 persen dari target 25 persen.

Upaya pencegahan juga menyasar kelompok usia muda. Dari hasil skrining perilaku merokok pada usia 10–21 tahun terhadap 113.405 orang, ditemukan 6.834 orang atau 6,03 persen diketahui merokok.

“Bagi perokok usia 10 sampai 21 tahun, kami lakukan Upaya Berhenti Merokok atau UBM. Mereka mendapatkan konseling sebanyak enam kali dalam tiga bulan, tanpa melihat hasil akhirnya apakah berhenti atau masih merokok,” jelas Sunarto.

Hingga 22 Desember 2025, sebanyak 1.527 orang atau 22,34 persen dari hasil skrining telah tercatat sebagai klien UBM. Selain itu, Dinkes Dalduk KB juga terus mendorong penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga ruang publik melalui regulasi daerah dan evaluasi berkala.

Kabar Trenggalek - Kesehatan

Editor: Zamz