Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

BPOM Kediri Wanti-wanti Soal Makanan Beku, Salah Penyimpanan Bisa Berbahaya

BPOM Kediri mengingatkan masyarakat agar tidak membekukan kembali makanan yang sudah dicairkan karena berisiko memicu kontaminasi mikroba.

Poin Penting

  • BPOM Kediri mengingatkan pentingnya menjaga keamanan pangan.
  • Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali.
  • Pedagang dan masyarakat diminta menerapkan lima kunci keamanan pangan.

TRENGGALEK – Makanan siap saji dan produk beku kini makin mudah ditemui di berbagai tempat. Namun di balik kepraktisannya, ada hal penting yang sering luput dari perhatian: keamanan pangan.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri mengingatkan pedagang maupun masyarakat agar lebih memperhatikan cara mengolah dan menyimpan makanan agar tetap aman dikonsumsi.

Pengawas Farmasi dan Makanan Balai BPOM Kediri, Shela Nurul Nadia, mengatakan kebersihan menjadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan, terutama untuk makanan yang dijual atau disajikan langsung kepada konsumen.

“Baik pembeli maupun penjual harus selalu menjaga kebersihan dan menerapkan lima kunci keamanan pangan,” ujar Shela.

Ia menjelaskan, lima prinsip tersebut meliputi menjaga kebersihan saat mengolah makanan, memisahkan bahan mentah dengan makanan yang sudah matang, memastikan makanan dimasak hingga benar-benar matang, menggunakan bahan pangan yang berkualitas, serta menjaga makanan pada suhu penyimpanan yang aman.

Selain itu, Shela juga menyoroti kebiasaan masyarakat dalam menyimpan makanan beku seperti nugget atau sosis. Menurutnya, kesalahan dalam proses penyimpanan bisa memicu risiko kontaminasi bakteri.

“Kalau pangan yang sudah dikeluarkan dari freezer dan dicairkan, sebaiknya langsung dimasak. Tidak boleh dimasukkan kembali ke freezer karena berpotensi mengandung mikroba,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, perubahan suhu berulang—dari kondisi beku, kemudian mencair, lalu dibekukan kembali—dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

“Kasus keracunan pangan akibat proses seperti ini juga sudah cukup banyak terjadi,” katanya.

Untuk menghindari hal tersebut, Shela menyarankan masyarakat membagi bahan makanan beku ke dalam beberapa porsi sebelum dimasukkan ke freezer.

Dengan cara ini, ketika ingin memasak, masyarakat cukup mengambil sebagian bahan sesuai kebutuhan tanpa harus mencairkan seluruh stok makanan.

“Lebih baik dipisahkan sesuai takaran. Jadi yang ingin dimasak hari ini diambil secukupnya, sementara sisanya tetap disimpan di freezer,” ujarnya.

Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi yang dapat berdampak pada kesehatan.

Kabar Trenggalek - Kesehatan

Editor: Zamz