KBRT - Saat ini, virus influenza sedang ramai diperbincangkan setelah hadirnya varian baru dari virus ini yaitu bernama subclade K atau “super flu”. Selain itu, terdapat peningkatan jumlah kasus dari virus ini, yang membuat banyak orang was-was terhadap virus influenza.
Virus Influenza atau yang lebih akrab kita kenal sebagai flu, merupakan virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang biasanya dapat menyebabkan kondisi seperti demam, sakit kepala, pilek atau hidung tersumbat, serta batuk, bagi penderitanya.
Tak sedikit orang, menganggap virus ini hanya sebagai pilek biasa. Padahal, kedua penyakit ini merupakan hal yang benar-benar berbeda. Gejala flu, lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.
Flu sendiri merupakan virus yang mudah menyebar, terutama saat musim pancaroba atau perubahan cuaca. Oleh sebab itu, mengetahui jenis-jenis flu dapat membantu kalian untuk mengenali gejala lebih dini.
Mengutip dari laman Alodokter, Flu memiliki berbagai jenis dan gejala tertentu yang semuanya hampir mirip. Namun, terdapat ciri khas tersendiri yang membedakannya satu dama lain. Berikut adalah rinciannya:
Daftar Isi [Show]
Influenza A
Virus influenza A, merupakan virus yang menyebar melalui percikan ingus atau liur (droplet) yang dihasilkan saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara. Droplet ini, dapat terhirup oleh orang lain atau menempel pada permukaan benda di sekitar penderita.
Gejala dari virus influenza A, menyerupai gejala flu pada umumnya. Gejala yang dimaksud meliputi sebagai berikut:
Demam tinggi
Batuk
Sakit tenggorokan
Nyeri otot
Sakit kepala
Lemas
Tinggal di lingkungan yang padat penduduk atau kebiasaan kurang menjaga kebersihan dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ini.
Tak hanya itu, orang dengan sistem imun yang lemah, akan lebih rentan terinfeksi virus influenza A. Dengan langkah pencegahan yang tepat, akan meminimalkan risiko penularan dari virus ini.
Influenza B
Berdasarkan informasi laman Halo sehat, Virus influenza B adalah virus yang menyebabkan penyakit pernapasan dengan cara menginfeksi hidung, tenggorokan, dan terkadang paru-paru.
Yang membedakannya dengan tipe A, adalah cara penularannya. Meskipun masih jarang diketahui, jenis influenza yang satu ini sama berbahayanya dengan tipe A.
Jika influenza tipe A dapat ditemukan pada hewan yang akhirnya bisa menular kepada manusia, cara penularan tipe B hanya bisa dilakukan dari manusia ke manusia lainnya.
Gejala virus influenza B, hampir sama dengan influenza tipe A. Kedua tipe ini, sama-sama menyebabkan kenaikan suhu tubuh bahkan hingga demam tinggi. Yang membedakan antara keduanya, hanya terdapat beberapa tambahan gejala pada influenza B.
Berikut adalah rincian gejalanya:
batuk.
kelelahan.
demam.
diare.
muntah.
pilek.
sakit kepala.
nyeri otot atau badan.
sakit tenggorokan.
hilang nafsu makan.
kram perut.
Gejala flu B ini sering kali muncul dengan cepat dan berlangsung selama beberapa minggu. Demam yang terjadi bisa berlangsung selama 4 hari.
Influenza C
Virus Influenza C jarang dibahas karena memang tidak seberbahaya tipe A dan B. Virus ini, biasanya hanya menyebabkan infeksi ringan pada saluran pernapasan bagian atas, sehingga informasi tentang nya sangat kurang.
Jenis influenza ini hanya menyebabkan penyakit pernapasan ringan yang diperkirakan tidak akan berpotensi menjadi epidemi.
Kebanyakan pengidapnya juga cenderung mengalami gejala yang mirip seperti flu biasa. Meskipun begitu, kalian tetap tidak boleh mengabaikan virus ini. Influenza tipe C, memang tidak berbahaya bagi orang dewasa. Namun, beda cerita jika terkena kepada bayi atau anak-anak.
Pada orang sehat, gejala influenza C biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3-7 hari.
Influenza D
Influenza D, adalah penyakit paling baru dari virus influenza. Virus ini, biasanya ditemukan pada hewan seperti sapi dan babi.
Hingga saat ini, virus ini masih belum menunjukkan kemampuannya untuk melakukan penularan dari hewan ke manusia.
Meskipun demikian, beberapa peneliti memprediksi kemungkinan besar cara penularannya sama seperti virus influenza pada umumnya.
Virus influenza D ini pertama kali diidentifikasi oleh dokter hewan pada tahun 2011 pada babi, lalu ditemukan inang utamanya pada sapi.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor: Zanz















