DURENAN, TRENGGALEK – Seorang pemilik toko sekaligus agen penarikan uang di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis atau gendam.
Korban bernama Istiqomah (51). Uang tunai sebesar Rp13,5 juta dilaporkan hilang dari laci kasir tokonya setelah diduga diambil oleh seorang pria asing yang berpura-pura menukarkan uang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/03/2026) sekitar pukul 12.10 WIB, saat korban sedang bersiap pergi ke masjid untuk menunaikan salat berjamaah.
Istiqomah menceritakan, pelaku awalnya datang seperti pembeli biasa. Pria tersebut mengambil air mineral dari etalase dan membayarnya dengan uang tunai.
"Pelaku mengambil air mineral di etalase. Saya bilang harganya lima ribu rupiah, orangnya mengangguk, lalu memberikan uang. Di tangannya ada pecahan seratus ribu, lima puluh ribu, dan lima ribu. Saya ambil yang lima ribu, lalu saya bilang terima kasih," ujar Istiqomah.
Namun setelah transaksi selesai, pria tersebut tidak langsung pergi. Ia justru meminta menukarkan dua lembar uang Rp50.000 dengan satu lembar Rp100.000.
Saat korban membuka laci kasir yang berisi uang sekitar Rp30 juta, situasi berubah. Pelaku tiba-tiba mendekat dan mulai memilih uang di dalam laci.
"Tidak mengeluarkan kata atau menepuk. Karena dia menggunakan masker, tuker bilangnya koreksi uang. Lha kok uang di gebokan dilepaskan semua 3 tumpuk kan 30 juta, saya bingung tidak bisa apa apa, hanya iya iya saja," katanya.
Korban mengaku saat itu merasa bingung dan tidak mampu menolak tindakan pelaku. Ia hanya melihat pelaku mengacak tumpukan uang yang ada di dalam laci kasir.
Setelah kejadian berlangsung sekitar lima menit, pelaku kemudian meninggalkan lokasi. Bahkan, ia sempat melambaikan tangan kepada suami korban yang berada di teras rumah dan hendak berangkat ke masjid.
Korban baru menyadari adanya uang yang hilang setelah memanggil karyawannya untuk memeriksa kondisi laci kasir.
"Mbak Iin teriak, 'Bu Bayan, apa benar orang tadi cuma tukar uang? Uangmu hilang tiga belas juta lima ratus ribu rupiah'. Saya lihat di CCTV, ternyata uang itu dimasukkan ke saku (celana) dengan cara dipaksa masuk," jelas Istiqomah.
Dari hasil pengecekan rekaman kamera pengawas, terlihat pelaku memasukkan sejumlah uang ke dalam saku celananya sebelum meninggalkan toko.
Meski mengalami kerugian cukup besar, Istiqomah mengaku saat itu tetap memilih melaksanakan salat terlebih dahulu sebelum memikirkan kejadian yang menimpanya.
Perempuan yang juga pengurus Muslimat NU di Kecamatan Durenan tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lain.
"Harapannya, mudah-mudahan saya menjadi korban terakhir. Kasihan kalau ada korban lainnya, apalagi uang segitu banyaknya," ujarnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz






















