TUGU, TRENGGALEK – Pembukaan akses darurat di KM 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo memang dikebut, dengan target 2 hari. Namun di balik itu, perhatian utama kini tertuju pada satu hal yang lebih krusial, terkait penanganan permanen di titik longsor Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu benar-benar kuat dan tidak berisiko jangka panjang.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali memastikan, perbaikan permanen tidak akan dilakukan asal cepat. Kajian teknis mendalam menjadi syarat utama sebelum pekerjaan besar dimulai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu tim perencana dari balai, termasuk dari pusat, untuk menentukan formulasi penanganan yang tepat.
“Kita tunggu tim perencana untuk menentukan treatment permanennya seperti apa. Termasuk evaluasi talud dan struktur penahan tanah,” ujarnya.
Menurut Endhy, secara umum struktur penahan di lokasi tidak mengalami kerusakan berat akibat longsor. Retakan yang terlihat lebih disebabkan benturan batu besar, bukan karena kegagalan konstruksi.
Meski begitu, evaluasi tetap diperlukan, terutama pada bagian talud dan kondisi tanah di sekitar lereng. Penyelidikan tanah menjadi penting karena titik longsor berada di area dengan kontur terbuka dan berpotensi terpengaruh faktor luar, seperti air dan pergerakan tanah.
Sambil menunggu desain permanen, penanganan sementara terus berjalan. Pihaknya mengikuti rekomendasi tim SAR untuk mengutamakan keselamatan kerja, mengingat potensi longsor susulan masih ada.
“Untuk sementara kami mengikuti imbauan dari Basarnas terkait keamanan. Tim SAR menyarankan pengerjaan diawali menggunakan breaker untuk memecah batu besar, setelah itu baru dimuat menggunakan ekskavator,” jelas Endhy.
Saat ini satu unit breaker, dua ekskavator, dan satu loader disiagakan di lokasi. Skema kerja dilakukan bertahap, dimulai dari pemecahan batu raksasa yang menutup badan jalan, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan material.
Targetnya, akses darurat bisa ditembus dalam dua hari jika kondisi cuaca dan keamanan mendukung.
Untuk badan jalan yang terdampak, langkah awal adalah meratakan permukaan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Kita ratakan dulu, mungkin ditimbun material kelas A agar tidak bergelombang. Targetnya minimal bisa black top dulu sebelum Lebaran,” tambahnya.
Blacktop menjadi solusi sementara agar jalur nasional ini tetap fungsional menjelang arus mudik.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















