Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Lokasi Rawan Kecelakaan di Trenggalek, Jalur Gandusari–Kampak Masuk Blackspot

Ditlantas Polda Jatim memetakan lokasi rawan kecelakaan di Trenggalek. Jalur Gandusari–Kampak hingga Simpang Jarakan masuk zona risiko.

Poin Penting

  • Jalan Gandusari–Kampak ditetapkan sebagai area blackspot kecelakaan
  • Simpang Jarakan dan jalur Trenggalek–Ponorogo masuk wilayah rawan
  • Polisi fokus evaluasi lapangan untuk tekan fatalitas kecelakaan

KBRT - Sejumlah titik lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Trenggalek kini masuk radar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur. Langkah ini dilakukan lewat pemetaan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi blackspot, troublespot, hingga daerah rawan bencana yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Tim Ditlantas Polda Jatim yang dipimpin Analis Kebijakan Pertama Subditkamsel, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, turun langsung mengecek kondisi ruas jalan, mulai dari kelengkapan rambu hingga kesiapan pengamanan di wilayah hukum Polres Trenggalek.

“Kita cek langsung kondisi di lapangan seperti apa, termasuk sarana prasarana dan upaya yang tergelar oleh jajaran Polres Trenggalek sehingga kerawanan yang timbul benar-benar bisa diminimalisir seoptimal mungkin,” ungkapnya.

Dari hasil pemetaan tersebut, jalan raya Gandusari–Kampak, tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, ditetapkan sebagai area blackspot. Penilaian ini didasarkan pada catatan jumlah kecelakaan dan tingkat fatalitas yang terjadi di ruas jalan tersebut.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, menjelaskan bahwa penentuan blackspot tidak asal tunjuk, melainkan berbasis data kejadian kecelakaan lalu lintas.

“Area blackspot didasarkan pada jumlah kejadian dan fatalitas kecelakaan lalu lintas yang terjadi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Simpang Tiga Jarakan di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, masuk kategori troublespot. Aktivitas pasar tradisional yang padat serta posisi jalan yang bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas dinilai meningkatkan potensi kecelakaan, terutama di jam-jam sibuk.

Sementara untuk wilayah rawan bencana alam, jalur Trenggalek–Ponorogo KM 15 hingga KM 18 di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, menjadi perhatian khusus. Ancaman banjir dan tanah longsor masih membayangi, terlebih dengan kondisi cuaca yang belum stabil.

“Rawan bencana alam berada di Jalan Raya Trenggalek–Ponorogo KM 15–18. Banjir dan tanah longsor, apalagi cuaca yang masih belum menentu seperti sekarang ini,” imbuh AKP Sony.

Sebagai langkah antisipasi, Satlantas Polres Trenggalek terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas, baik secara langsung kepada masyarakat maupun melalui spanduk imbauan dan media sosial. Selain itu, pengawasan di lapangan juga diperketat dengan optimalisasi mobil incar dan penempatan personel di jam-jam rawan.

Koordinasi lintas sektor pun diperkuat, termasuk bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), agar penanganan titik rawan kecelakaan di Trenggalek bisa dilakukan lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz