KBRT - Tren kasus penyakit gagal ginjal di Kabupaten Trenggalek menunjukkan peningkatan signifikan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo bahkan mencatat adanya pasien gagal ginjal pada usia anak, yakni 15 tahun, yang masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa setiap bulan rumah sakit melayani sekitar 100 hingga 125 pasien gagal ginjal yang harus menjalani prosedur hemodialisa secara rutin.
Pasien dengan gangguan fungsi ginjal tersebut, lanjut Saeroni, rata-rata harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan untuk menjaga kondisi kesehatannya.
Saat ini, RSUD dr Soedomo Trenggalek memiliki 14 unit mesin hemodialisa. Dari jumlah tersebut, 11 mesin digunakan untuk pasien reguler, sementara tiga unit lainnya disiapkan untuk kondisi darurat dan pasien dengan penyakit menular.
Guna meningkatkan kualitas layanan, pihak rumah sakit telah menyiapkan rencana penambahan fasilitas. Pada tahun 2026 mendatang, jumlah mesin hemodialisa ditargetkan bertambah menjadi 31 unit agar pelayanan pasien lebih optimal.
Saeroni menjelaskan, mayoritas pasien gagal ginjal berada pada kelompok usia 30 hingga 60 tahun, sedangkan pasien berusia di atas 60 tahun jumlahnya relatif lebih sedikit. Namun temuan pasien usia anak menjadi perhatian serius.
Menurutnya, kasus gagal ginjal pada pasien termuda tersebut diduga berkaitan dengan pola konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dan tidak terkontrol.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menjaga asupan makanan bergizi, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dengan baik.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz





















