KBRT – Angka penderita diabetes melitus (DM) di Kabupaten Trenggalek masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2025. Data terbaru Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Diskesdalduk KB) mencatat lebih dari sepuluh ribu warga tercatat hidup dengan penyakit metabolik tersebut hingga menjelang akhir Desember.
Kepala Diskesdalduk KB Trenggalek, dr. Sunarto, mengungkapkan hingga 22 Desember 2025 jumlah penderita diabetes di daerahnya mencapai 10.714 orang. Kasus tersebut didominasi penduduk usia 15 tahun ke atas, tanpa klasifikasi kelompok umur secara rinci.
“Dari total 10.714 penderita, sebanyak 3.840 orang atau 35,84 persen laki-laki, sedangkan perempuan mencapai 64,16 persen,” ujar Sunarto, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, tingginya kasus diabetes tidak lepas dari kombinasi faktor genetik dan pola hidup masyarakat. Minimnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, obesitas, serta tingkat stres yang tinggi menjadi pemicu utama meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara optimal atau tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif, sehingga gula darah cenderung meningkat dan berisiko memicu komplikasi kesehatan lainnya.
“Untuk menekan dan mengendalikan kasus diabetes, kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan,” jelas Sunarto.
Upaya pengendalian tersebut dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya diabetes, faktor risiko, hingga pentingnya pencegahan dan pengendalian sejak dini. Diskesdalduk KB juga menggencarkan skrining gula darah pada berbagai kelompok usia.
Skrining dilakukan mulai anak usia dua tahun, anak sekolah, hingga masyarakat usia produktif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini bertujuan mendeteksi lebih awal potensi diabetes agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.
“Bagi penderita diabetes, kami memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar secara rutin setiap bulan, mulai dari konseling, pemeriksaan gula darah, hingga rujukan jika diperlukan. Harapannya, kondisi penderita DM dapat terkendali,” pungkas Sunarto.
Diskesdalduk KB Trenggalek mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat dengan menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menekan laju peningkatan diabetes di daerah tersebut.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz















