Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Jalan Nasional KM 16 Trenggalek-Ponorogo Lumpuh, Ini Jalur Alternatif Sementara

BBPJN Jatim–Bali menetapkan pengalihan arus di KM 16 Trenggalek–Ponorogo melalui Desa Pucanganak, khusus roda dua dan roda empat non muatan.

Poin Penting

  • Titik longsor berada di Link 134 Sta 10+800.
  • Arus dialihkan lewat Pertigaan Pucanganak Sta 8+570.
  • Hanya untuk kendaraan ringan, non muatan, estimasi tempuh 11 menit.

TUGU, TRENGGALEK – Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan menyusul longsor di KM 16 Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Material batu raksasa dengan estimasi volume 68 meter kubik menutup total badan jalan di titik Link 134 Sta 10+800.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui skema resmi menetapkan jalur alternatif melalui Desa Pucanganak. Pengalihan ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat non muatan (jalur pedesaan), dengan estimasi waktu tempuh sekitar 11 menit.

Berdasarkan peta pengalihan arus, kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo dialihkan masuk di Pertigaan Pucanganak (Link 134 Sta 8+570). Selanjutnya kendaraan mengikuti jalur desa hingga tembus kembali ke jalan nasional mendekati titik atas longsoran.

Peta jalur pengalihan longsor di KM 16 Trenggalek-Ponorogo. KBRT/BPBD

Sementara untuk arus dari Ponorogo menuju Trenggalek, kendaraan diarahkan melalui jalur bawah yang bersifat satu arah untuk roda dua dan roda empat non muatan. Jalur ini melewati akses sekitar Jalan Desa (samping Warung Centang Loro) di Link 134 Sta 10+960, lalu keluar di sekitar Rest Area Bendungan Tugu Trenggalek, Link 134 Sta 11+700.

Titik longsor sendiri berada di antara jalur tersebut, sehingga seluruh kendaraan berat dan kendaraan bermuatan tidak diperkenankan melintas melalui jalur alternatif karena keterbatasan lebar dan kondisi jalan desa.

ADVERTISEMENT

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony, mengatakan pihaknya menerjunkan empat alat berat dalam proses penanganan.

“Penanganan longsor saat ini sesuai himbauan Basarnas Trenggalek, jadi kami ada 4 alat, 1 breaker, 2 eksavator dan 1 loader, tapi cuma belum bisa maksimal kerja, dari Basarnas menyarankan, kerja di breaker dulu, setelah pecah baru nanti di loading pakai eskavator muat, target saya untuk ini 2 hari,” ujarnya.

Endhy menjelaskan, untuk sementara fokus penanganan adalah membuka akses secepat mungkin. Setelah material batu dipecah menggunakan breaker, serpihannya akan dimuat menggunakan ekskavator dan loader agar badan jalan bisa kembali rata.

Terkait kondisi konstruksi di lokasi, ia memastikan tembok penahan tidak mengalami kerusakan struktural akibat longsor.

“Untuk tembok penahan alhamdulillah tidak ada masalah, cuma pecah karena ada batu, pecah bukan karena longsor karena benturan batu,” jelasnya.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz