TUGU, TRENGGALEK – Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan menyusul longsor di KM 16 Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Material batu raksasa dengan estimasi volume 68 meter kubik menutup total badan jalan di titik Link 134 Sta 10+800.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui skema resmi menetapkan jalur alternatif melalui Desa Pucanganak. Pengalihan ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat non muatan (jalur pedesaan), dengan estimasi waktu tempuh sekitar 11 menit.
Berdasarkan peta pengalihan arus, kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo dialihkan masuk di Pertigaan Pucanganak (Link 134 Sta 8+570). Selanjutnya kendaraan mengikuti jalur desa hingga tembus kembali ke jalan nasional mendekati titik atas longsoran.

Sementara untuk arus dari Ponorogo menuju Trenggalek, kendaraan diarahkan melalui jalur bawah yang bersifat satu arah untuk roda dua dan roda empat non muatan. Jalur ini melewati akses sekitar Jalan Desa (samping Warung Centang Loro) di Link 134 Sta 10+960, lalu keluar di sekitar Rest Area Bendungan Tugu Trenggalek, Link 134 Sta 11+700.
Titik longsor sendiri berada di antara jalur tersebut, sehingga seluruh kendaraan berat dan kendaraan bermuatan tidak diperkenankan melintas melalui jalur alternatif karena keterbatasan lebar dan kondisi jalan desa.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony, mengatakan pihaknya menerjunkan empat alat berat dalam proses penanganan.
“Penanganan longsor saat ini sesuai himbauan Basarnas Trenggalek, jadi kami ada 4 alat, 1 breaker, 2 eksavator dan 1 loader, tapi cuma belum bisa maksimal kerja, dari Basarnas menyarankan, kerja di breaker dulu, setelah pecah baru nanti di loading pakai eskavator muat, target saya untuk ini 2 hari,” ujarnya.
Endhy menjelaskan, untuk sementara fokus penanganan adalah membuka akses secepat mungkin. Setelah material batu dipecah menggunakan breaker, serpihannya akan dimuat menggunakan ekskavator dan loader agar badan jalan bisa kembali rata.
Terkait kondisi konstruksi di lokasi, ia memastikan tembok penahan tidak mengalami kerusakan struktural akibat longsor.
“Untuk tembok penahan alhamdulillah tidak ada masalah, cuma pecah karena ada batu, pecah bukan karena longsor karena benturan batu,” jelasnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















