KBRT - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyiapkan dua titik resmi war takjil Ramadhan 2026. Lokasinya berada di Pasar Pon Trenggalek dan Alun-alun Trenggalek, mulai beroperasi sejak hari pertama Ramadhan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, mengatakan dua lokasi itu dipilih untuk mengakomodasi pelaku UMKM sekaligus memudahkan masyarakat berburu menu berbuka.
“Tempat alun-alun dan pasar pon trenggalek. Buka mulai hari pertama Ramadhan. Jam 15.00 sd 21.00 Wib,” ujar dia, Minggu (15/02/2026).
Menurutnya, war takjil ini menjadi momentum bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan omzet selama bulan puasa. Namun, pemerintah juga memberi sejumlah catatan agar kegiatan tetap tertib.
Saniran mengimbau para pedagang menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama berjualan. Produk yang dijual harus halal, bersih, dan sehat, serta tidak menjual barang terlarang.
“Kepada UMKM diimbau menjaga kebersihan tempat jualan, menjaga ketertiban dan keamanan. Makanan yang disajikan halal, bersih, dan sehat. Tidak menjual barang terlarang,” lanjutnya.
Tak hanya pedagang, pengunjung juga diminta ikut berperan menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik saat membeli takjil.
“Pengunjung diharapkan memanfaatkan event ini untuk belanja takjil dengan menjaga kebersihan. Upayakan membawa kantong non plastik dari rumah sehingga menghindari penggunaan kantong plastik.”
Selain itu, setelah jam operasional selesai, seluruh lapak, gerobak, maupun booth tidak diperbolehkan ditinggal di lokasi.
Terkait retribusi, Saniran menjelaskan ada perbedaan pengelolaan di dua titik tersebut. Untuk pedagang di Pasar Pon Trenggalek, retribusi mengikuti ketentuan Peraturan Daerah (Perda). Sementara untuk lokasi Alun-alun Trenggalek, pengelolaan berada di ranah Bakeuda.
Dengan dibukanya dua titik ini, masyarakat Trenggalek punya lebih banyak pilihan lokasi ngabuburit sekaligus berburu takjil selama Ramadhan.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz




















