TUGU, TRENGGALEK – Akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo dekat Bendungan Tugu tertutup total setelah material batu berukuran lebih besar dari truk jatuh dari tebing di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang. Dalam beberapa hari terakhir, hujan juga tercatat turun di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan longsor dipicu hujan yang mengguyur wilayah itu. Material yang menutup badan jalan didominasi batu berukuran besar, bahkan ada yang lebih besar dari truk.
“3 Maret 2026 sekitar 17.30 BPBD Pusdalops menerima laporan longsor di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas sedang yang kemudian berhenti, dan dalam beberapa hari terakhir juga terjadi hujan. Material longsor berdasarkan video yang kami terima didominasi batu, lebih besar dari ukuran truk,” Ungkap Triadi saat dikonfirmasi di lokasi.
BPBD Trenggalek telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali untuk penanganan material longsor. Prioritas awal adalah pengamanan personel dan asesmen tingkat bahaya di lokasi.
Stefanus menambahkan, pengalihan arus dan pengaturan lalu lintas dilakukan bersama TNI dan Polri untuk mengantisipasi risiko bagi pengguna jalan.
Untuk sementara, arus kendaraan dari arah Trenggalek menuju Ponorogo dialihkan melalui jalur alternatif Desa Dermosari.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony, mengatakan alat berat segera didatangkan untuk proses pembersihan material longsor. Dua hingga tiga unit alat berat dari rekanan terdekat dijadwalkan tiba sekitar pukul 00.00 WIB.
Namun, pelaksanaan pembersihan masih menunggu koordinasi lanjutan dengan kepolisian, TNI, dan BPBD mengingat kondisi cuaca yang masih hujan serta tanah di sekitar lokasi yang dinilai labil.
“Untuk melakukan eksekusi pekerjaan, kami akan komunikasi dengan Polisi, Tentara dan BPBD apakah memungkinkan dilkerjakan atau tidak karena kondisi masih hujan, tanah masih labil,” terang Endhy.
Hingga berita ini ditulis petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan mengimbau pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut hingga proses evakuasi material selesai.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Tri





















