Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel
ADVERTISEMENT
ITB

Menteri Sosial Gus Ipul Bicara Soal Bansos, Trenggalek Diminta Perkuat Data dari Level Bawah

Mensos Gus Ipul ungkap 45 persen bansos belum tepat sasaran saat kunjungan di Trenggalek, dorong perbaikan data dari tingkat desa.

Poin Penting

  • Gus Ipul sebut 45 persen bansos masih belum tepat sasaran
  • Perbaikan data harus dimulai dari RT hingga pemerintah daerah
  • Trenggalek masuk program Sekolah Rakyat tahap awal nasional

TRENGGALEK - Kunjungan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ke Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, jadi momen penting untuk mengevaluasi penyaluran bantuan sosial.

Dalam pertemuan bersama bupati, OPD, kepala desa, dan pendamping sosial, Gus Ipul menyoroti masih tingginya ketidaktepatan sasaran bansos yang mencapai sekitar 45 persen.

“Trenggalek ini termasuk daerah yang peduli terhadap data. Mekanismenya sudah ada, tapi tetap perlu dipertajam agar data pusat, provinsi, dan daerah bisa sama,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).

Menurut Gus Ipul, akar persoalan utama terletak pada data yang belum sinkron. Padahal, pemerintah pusat sudah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menugaskan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pengelola data utama.

Sementara itu, pemerintah daerah hingga tingkat desa diminta aktif melakukan pemutakhiran data secara berkala. Hal ini penting karena kondisi masyarakat terus berubah, mulai dari kelahiran, kematian, hingga perubahan ekonomi.

ADVERTISEMENT

“Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah akan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, pembaruan data tidak bisa hanya mengandalkan pusat, tetapi harus dimulai dari level paling bawah seperti RT dan RW agar kondisi riil di lapangan benar-benar terakomodasi.

Selain soal akurasi data, Gus Ipul juga menyinggung adanya kelompok masyarakat yang belum masuk dalam sistem atau disebut “invisible people”. Kelompok ini dinilai rentan karena belum tersentuh bantuan sosial dan perlu menjadi prioritas pendataan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi perkembangan Trenggalek yang dinilai semakin tertata dan bersih. Bahkan, daerah ini juga masuk dalam program pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari 104 titik tahap awal secara nasional.

Sekolah tersebut dirancang menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Kabar Trenggalek - Sosial

Editor: Zamz