TRENGGALEK - Isu penyebaran campak kembali ramai diperbincangkan di berbagai daerah. Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek mengajak masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah pencegahan utama.
Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Soenarto, menegaskan bahwa peningkatan cakupan imunisasi menjadi kunci agar kasus campak tidak muncul kembali di daerah.
“Upaya Dinas kesehatan PPKB Kab Trenggalek untuk menekan angka campak adalah dengan meningkatkan cakupan imunisasi yg tinggi merata dan berkualitas agar tidak akan muncul lg kasus PD3I khusus nya campak yg sekarang merebak di bbrp kab/kota,” ujarnya.
Soenarti menjelaskan, imunisasi campak saat ini diberikan dalam bentuk imunisasi campak rubella (MR) dengan jadwal yang sudah ditetapkan sesuai kelompok usia.
“Untuk jadwal imunisasi mmg ada jadwal tersendiri untuk imunisasi campak yg sekarang tersedia adalah imunisasi campak rubella (MR) diberikan pada bayi , baduta , dan anak sekolah,” jelasnya
Rinciannya, imunisasi diberikan pada bayi usia minimal 9 bulan, baduta usia minimal 18 bulan, serta anak sekolah kelas 1 SD/MI atau sederajat.
Bagi bayi dan baduta yang belum mendapatkan imunisasi hingga usia di bawah 59 bulan, Dinkes tetap membuka kesempatan melalui program imunisasi kejar.
“Apabila di dapati bayi dan baduta usia dibawah 59 bulan ada yg belum mendapatkan imunisasi campak rubella tetap bisa diberikan ( jadwal imunisasi kejar ),” tambahnya.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya peran orang tua untuk aktif membawa anak ke fasilitas kesehatan maupun posyandu agar tidak terlewat jadwal imunisasi.
“agar masyarakat untuk tetap membawa putra putri nya yg msh menjadi sasaran imunisasi untuk datang ke faskes atau posyandu untuk mendapatkan imunisasi agar terhindar dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I ),” imbaunya
Dengan cakupan imunisasi yang merata, pemerintah berharap potensi penyebaran campak bisa ditekan, sekaligus melindungi anak-anak dari penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Kabar Trenggalek - Kesehatan
Editor: Zamz





















